Sabtu, 02 Maret 2013

Jenis Tumbuhan (Flora) di Perairan

Jenis Tumbuhan (Flora) di Perairan
Jenis flora di perairan antara lain sebagai berikut.
a. Terumbu Karang (Coral Reefs)
Terumbu karang adalah gunung kalsium karbonat yang berada di bawah laut. Gunung ini terdiri atas karang, pasir karang, dan batu kapur padat. Terumbu tersebut menjadi dasar bagi komunitas kehidupan laut yang dinamis dan beragam. Jenis terumbu karang antara lain terumbu karang pinggiran (fringing reefs), terumbu karang penghalang (barrier reefs), maupun atoll dan pseudo-atoll.
1) Terumbu karang pinggiran (fringing reef), biasanya tumbuh dari pantai, dan melebar ke arah laut, seringkali mengikuti bentuk luar pulau. Terumbu jenis ini banyak terdapat di kawasan Kepulauan Karibia.
2) Karang penghalang (barrier reef) terbentuk dari bentangan pantai yang dangkal yang tidak memiliki sungai atau faktor lain yang menghalangi pertumbuhan terumbu karang tersebut. Terumbu dan daratan dipisahkan oleh laguna dangkal. Laguna antara Great Barrier Reef dan pesisir timur laut Australia lebarnya berkisar antara 16 dan 160 kilometer dan merupakan karang penghalang terbesar di dunia.
3) Karang atol tumbuh merupakan koloni karang di puncak gunung api bawah laut yang muncul dari dasar laut. Tumpukan karang itu makin meluas ke arah luar, bukan ke atas karena sebagian besar hewan karang harus hidup terendam air. Bentuknya seperti kue donat yang mengikuti puncak gunung api. Oleh sebab itu, atol yang terbentuk biasanya memiliki laguna di tengahnya (kaldera gunung api). Bentuk karang seperti ini banyak dijumpai di Pasifik Selatan.
Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan sekitar 85.707 km2, meliputi 50.223 km2 karang penghalang, 19.540 km2 terumbu karang atol, dan 15.944 karang pinggiran (tepi). Kawasan laut sekitar Maluku dan Sulawesi merupakan kawasan terumbu karang yang paling banyak dan beragam di Indonesia, bahkan di dunia. Makin ke barat atau ke timur jumlah dan keanekaragaman jenis terumbu karang semakin berkurang.
b. Padang Lamun
Lamun adalah tumbuhan berbunga yang sudah beradaptasi sepenuhnya di dalam laut. Tumbuhan ini mampu berfungsi normal dalam keadaan terbenam di air laut yang asin, mempunyai sistem perakaran jangkar dan mampu mengadakan penyerbukan serta daur generatif dalam keadaan terbenam. Lamun dapat tumbuh subur terutama di daerah pasang surut dan perairan pantai yang dasarnya berupa lumpur, pasir, kerikil, dan patahan karang mati dengan kedalaman sampai 4 meter.
Dari 20 jenis lamun yang ada di perairan Asia Tenggara, 12 di antaranya dijumpai di perairan Indonesia. Padang lamun merupakan habitat yang sangat penting bagi komunitas ikan, penyu hijau, dan dugong (duyung), karena tumbuhan di padang lamun merupakan sumber makanannya.