Suardi Sebut Fungsi Kontrol Media Penting

04.33 Edit This
Gambar Suardi Saleh saat melayat Mantan Kepala SMPN 1 Mallusetasi Alm.H.Syamsul Mari'ef

Wartawan yang bertugas di Barru melakukan audiensi dengan pelaksana tugas Bupati Barru, Suardi Saleh. Suardi menyebut pertemuan dengan insan media bagian dari upaya membangun  kebersamaan dan kemitraan dalam mewujudkan Barru yang lebih baik.

Tugas media bersama pemerintah Kabupaten Barru, ujar Suardi, bagaimana mendukung pembangunan lewat pemberitaan. Menurutnya, teman yang baik itu bisa mengungatkan atau berfungsi kontrol. Termasuk media dengan perannya sebagai kontrol sosial.

“Dukungan informasi dari media itu sangat penting,” katanya.

Mantan ketua Bappeda Pinrang ini menyatakan, media tetap pada fungsinya masing-masing. Pemerintah tidak bisa melihat seluruh sisi kehidupan masyarakat. Di sini lah peran media dibutuhkan. Hadir dalam audiensi tersebut antara lain Asisten III Pemkab Barru, Andi Makmun dan Kabag Humas Pemkab Barru, Yossi Febrisia serta Kasubag Humas, Hidayatuddin.

Pelaku Persetubuhan Siswi MA di Bone Diamankan

04.25 Edit This
Empat orang dari lima pelaku tindakan asusila di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone sudah diamankan di Mapolres Bone, Senin (26/9).

Mereka adalah ZK (18), AH (16), RD (20), dan FJ (14) ditambah satu orang pelaku yang melakukan perekaman saat asusila, AC (17). Satu pelaku lainnya, CD masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko berujar, kasus yang dialami korban persetubuhan, DM bukan merupakan tindakan pemerkosaan. Karena menurut hasil keterangan, tidak ada unsur paksaan.

“Dia (korban) sudah melakukan persetubuhan beberapa kali dengan beberapa nama (pelaku),” ujar AKP Hardjoko.

Kasus asusila yang menimpa siswi Madrasah Aliyah (MA), DM di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone terjadi pada 7 September lalu. Saat itu, DM disetubuhi lima remaja.

PASANGAN DUDA INI ADALAH MURID SD ,HILANG SEBELUM PERNIKAHANNYA

04.10 Edit This
Murid SD bernama Mirnawati hilang menjelang pernikahannya dengan duda berusia 35 tahun, Siman. Padahal, Janur kuning sudah melengkung, 500 undangan pun sudah disebar. Orang tua bocah SD itu pun dibuat kelimpungan hingga akhirnya melapor ke Polsek Citeureup Bogor.

Ayah Mirnawati, Jamain mengatakan, dia bersama keluarga sudah mendirikan tenda pengantin di rumahnya di Kampung Tajur Tapos, RT 18/6, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup. Namun, dua hari sebelum pernikahan, bocah 13 tahun itu tak kunjung pulang ke rumah.

Acara pernikahan murid SD tetap berlangsung pada 4 September, meski tanpa mempelai. Sang ayah, Jamain, berusaha menutupi kepada tamu undangan perihal ketiadaan mempelai yang seharusnya duduk manis di pelaminan. Hingga sore hari, kedua mempelai tak juga menunjukkan batang hidungnya. Sementara, tamu undangan sudah memenuhi rumah Jamain.

Merasa ada yang aneh, Jamain lantas menghubungi Siman dan memintanya datang ke rumahnya. Sebab, hari itu merupakan hari pernikahannya.

Sore harinya Siman lalu mendatangi rumah Jamain. Namun, tak ada sosok Wati bersamanya. Kecurigaannya makin bertambah karena Siman tak menunjukkan raut cemas atau apa pun panik kala itu.

“Dia biasa saja pas datang ke rumah saya. Padahal itu kan hari pernikahannya, minimal ada persiapan atau apa gitu. Tapi ini cuek meskipun calon istrinya tidak pulang-pulang,” kata Jamain.

Jamain pun langsung memberondong Siman dengan rentetan pertanyaan mengenai keberadaan putrinya. Namun, Siman mengaku tak mengetahui keberadaannya. Padahal, dua hari sebelum pesta pernikahan, Wati (sapaan akrab Mirnawati) diantarkan sang paman bertemu Siman di salah satu SPBU di kawasan Citeureup.

“Tanggal 2 pas hari Jumat anak saya izin bertemu SN. Dia lalu dibawa pakai mobil putih. Saya pikir mau diajak nyari perlengkapan nikah, makanya saya izinin,” terangnya.

Sejak saat itu, Wati tak pernah lagi kelihatan batang hidungnya. Dengan tanpa ekspresi, Siman mengaku tak mengetahui keberadaan Wati. Menurutnya, Wati langsung diantarkannya ke tempat semula ia jemput setelah selesai pergi bersamanya.

“Pas saya tanya ke mana anak saya, dia bilang tidak tahu. Katanya terakhir ketemu Wati diturunin di tempat semula karena nggak mau diantar sampai rumah,” sambung Jamain.

Jamain menceritakan, anaknya mengenal Siman karena sering melihatnya saat berada di proyek pengerjaan jalan di kampungnya. Siman sendiri merupakan pemborong atau mandor proyek tersebut. Dari seminggu perkenalan, Siman langsung meminta izin kepada Jamain untuk mempersunting Wati.

Niat Siman pun disambut baik. Setelah Wati mengiyakan ajakan Siman, Jamain pun bergegas menentukan tanggal pernikahannya.

“Waktu itu anak saya diminta berhenti kerja, padahal baru empat hari masuk. Karena saya pikir tujuannya baik ya saya terima. Dia juga sudah ngasih uang Rp5 juta untuk keperluan penghulu dan surat nikah,” akunya.

Setelah sempat hilang kontak, Wati akhirnya menghubungi Jamain pada Senin (26/9) lalu. Melalui sambungan telepon, Wati mengaku sedang berada di Cibubur dan akan segera pulang. Namun, hingga kini Wati tak juga kembali ke rumah.

“Terakhir dia nelepon katanya sore mau pulang dan minta saya nunggu di Citeureup. Saya tunggu tapi nggak ada-ada juga. Habis itu nomornya nggak aktif-aktif lagi sampai sekarang,” aku Jamain.

Karena khawatir terjadi hal yang tidak baik, dirinya pun langsung melaporkan kehilangan anaknya ke Polres Bogor pada Senin (26/9). Jamain berharap anaknya bisa segera ditemukan dan kembali di tengah-tengah mereka.

“Sebelumnya saya juga sudah lapor ke Polsek Citeureup. Tapi karena ini kasus penculikan saya langsung diarahkan melapor langsung ke Polres Bogor. Yang saya tahu, terakhir kali anak saya pergi dengan Siman,” tandasnya.


SUMBER BACAAN " http://sulsel.pojoksatu.id/read/2016/09/28/oops-2-hari-jelang-nikah-dengan-duda-murid-sd-hilang-misterius/3/

Inilah Cuplikan Video Dimas Kanjeng Saat Menggandakan Uang

01.37 Edit This
Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi semakin ramai diberitakan media massa.

Sebab pria yang mendapat gelar Raja Probolinggo dan mampu menggandakan uang itu kini mendekam sel Polda Jatim, atas dugaan otak pembununuhan terhadap dua mantan pengikut setianya.

Bagaimana pria berbadan tambun ini bisa menggandakan uang sehingga memiliki ribuan pengikut setia dari seluruh Indonesia yang disebut santri di padepokannya, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur?

Ada satu cuplikan video menjadi viral di Youtube yakni tayangan Dimas Kanjeng saat memperagakan menggandakan uang. Video ini dipublikasikan dengan akun dimas kanjeng. (Lihat video di atas)

Dan ada pesan yang disampaikan yakni:

Assalamualaikum wb, Tak ada kata tidak mungkin di dunia ini. Selama masih ada lafad "kunfaya Kun" terjadilah maka terjadilah. Maka dari itu jangan pernah putus asa bagi Anda yg mengalami kebangkrutan.

Sudah saatnya Anda maju, sukses, dan berjaya.
Dengan perantara KANJENG DIMAS TAAT PRIBADI Anda bisa membangun usaha Anda kembali dan bisa melunasi segala hutang Anda.
Hubungi : +62822 602 17***. Buktikan dan nyatakan sendiri, mari ritual bersama. Untuk kesuksesan Anda.

Bersama guru besar KANJENG DIMAS TAAT PRIBADI.
dalam jangka 24.jam nasib Anda akan berubah.

Wassalam.

Dalam tayangan itu Dimas Kanjeng menggenakan peci hitam dan jubah putih. Kemudian duduk di kursi kayu.

Selama beberapa menit kedua tangannya diletakan di balik badannya sambil bergerak-gerak. Setelah gerakan pertama belum ada keluar uang dari tangannya.

Gerakan kedua tangan dari balik badan, segepok uang pecahan Rp 100 ribu berada di tangannya.

Dimas Taat Pribadi kemudian melempar uang di hadapannya. Tidak hanya uang rupiah saja. Mata uang asing Dollar juga dikeluarkan dengan ratusan lembar. Selain itu uang kertas Euro juga dikeluarkan dari balik badannya.

Kinas Dimas Kanjeng ramai diberitakan tersangkut kasus pemnbunuhan.

Kini, terungkap fakta bahwa Dimas Kanjeng merupakan tersangka dalang pembantaian terhadap dua anak buahnya: Abdul Gani dan Ismail.

Abdul Gani yang dibunuh oleh 'sultan' bentukan tersangka Dimas Kanjeng, ternyata saksi kunci seorang profesor yang lapor ke Mabes Polri atas dugaan penipuan penggandaan uang.

Abdul Gani yang juga juragan batu mulia itu adalah pengepul uang yang akan digandakan ke tersangka.

Ada dugaan, penyerahan uang milik dari si profesor melalui Abdul Gani korban. Itu sebabnya, penyidik Bareskrim Mabes Polri juga memanggil Abdul Gani sebagai saksi.

Namun sehari sebelum berangkat ke Mabes Polri untuk memenuhi panggilan atas laporan itu, Abdul Gani asal Probolinggo dipanggil Dimas Kanjeng melalui kaki tangannya untuk datang ke padepokan tersangka.

Lokasinya di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Begitu korban datang langsung disambut dan dibawa ke padepokan.

Ia mau datang karena dijanjikan uang Rp 20 miliar. Setelah sampai di padepokan, korban langsung dibantai oleh beberapa anak buah Dimas Kanjeng.

Korban Abdul Gani juga dikeroyok dan lehernya dijerat dengan tali. Ia tewas di area padepokan.

Mayat korban lantas dinaikkan mobil dan dibawa ke Wonogiri, Jateng pada malam hari untuk dibuang.

Korban dibuang di bawah jembatan daerah Wonogiri dan nyaris tak terlihat oleh warga.

Setelah pihak kepolisian setempat mendapat laporan ada penemuan mayat, Polda Jateng ikut turun tangan.

Setelah diidentifikasi, mayat dengan kondisi leher dijerat dan luka di beberapa bagian tubuh, sama dengan yang ditemukan di Situbondo, Jatim.

Dari koordinasi yang dilakukan diduga ada kesamaan pelakunya.

"Abdul Gani datang ke padepokan setelah dijanjikan uang oleh tersangka. Tapi setelah datang justru dibunuh oleh para sultan," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Argo Yuwono, Sabtu (24/9/2016).

Begitu pula Ismail Hidayah asal Situbondo. Sebelum dihabisi para sultan (pengepul uang) tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ternyata diculik dari rumahnya pada tengah malam.

Ia dihajar habis-habisan oleh delapan orang di sebuah jalan areal persawahan hingga tewas dijerat dengan tali.

Ketika penganiayaan berlangsung, Ismail yang juga menguasai ilmu bela diri berusaha melawan.

Namun upaya yang dilakukan korban sia-sia karena saat korban diserang dari depan oleh beberapa orang, dari belakang lehernya langsung dijerat dengan tali.

Dalam kondisi terjatuh, korban Ismail langsung diinjak-injak dan jeratan di leher ditekan makin kuat. Korban yang sudah tewas di TKP, dibawa pelaku menggunakan mobil.

Mayat korban dikubur di sekitar hutan di Tegalsrono, Probolinggo dan setelah beberapa hari baru ditemukan warga setelah makamnya dieker-eker anjing.

"Yang jelas Ditreskrimum Polda Jatim terus bekerja untuk menguak pembunuhan dua korban ini," kata Kombes Argo.

Dalam penanganan perkara pembunuhan uang diotaki Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Polda Jatim membentuk dua tim.

Tim pertama khusus menangani pembunuhan yakni Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan tim kedua, dari Subdit Uang Palsu (Upal) dan TPPU Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Dalam tim ini, Bidang Propam Polda Jatim juga dilibatkan dan tim ini di bawah naungan Ditreskrimum," tandas Argo Yuwono.

Perwira tiga melati di pundak, menegaskan tim Upal dan TPPU akan mencari uang palsu yang ada di padepokan. Karena jumlah uang sangat banyak sehingga harus dipilah untuk menentukannya.

"Alat yang ada semuanya siap dan Selasa (27/9/2016) dilakukan rekonstruksi pembunuhan," jelasnya.

Pascapenangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus diperiksa penyidik untuk mengungkap pembunuhan berantai ini. Karena pembunuhan yang diotaki tersangka Dimas Kanjeng, kedok padepokannya takut terbongkor.

Mengingat jumlah orang yang menaruh uang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji sudah mendapat informasi jika uang milik tersangka Dimas Kanjeng dititipkan pada seseorang di Jakarta. Jumlahnya mencapai Rp 1 triliun yang kini terus diselidiki penyidik.

Terduga Pelaku Pembakaran DPRD Gowa Masih Berusia 14-17 Tahun

01.33 Edit This
Polisi gabungan dari Polda Sulsel dan Polres Gowa akhirnya menangkap pelaku pembakaran kantor DPRD Gowa, Rabu (28/9/2016).

Sebanyak tujuh pelaku berhasil diamankan dari beberapa tempat berbeda.

Ketujuh pelaku yaitu MR (14), NA (15), MUS (16), AR (16), MUR (15), MY (17) dan SF (16).

Kabid Humas Polrestabes Makassar, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan para pelaku ditangkap dalam operasi selama lima jam.

"Jadi tim melakukan operasi penangkapan mulai pukul 20.00-02.00 Wita, dan mereka ditangkap di beberapa tempat berbeda mulai di Bajeng hingga perbatasan Takalar," kata Frans.

Ketujuh pelaku memiliki peran berbeda. MR dan NA sebagai pelaku pembakaran, MUS, AR, MUR, dan SF sebagai pelaku perusakan.

Sementara MY ditangkap karena mrlakukan

Istri Selingkuh, Suami Tegakkan ‘Siri’. Selingkuhan Istri Ditikam Hingga Tewas

01.24 Edit This
Sidang perdana kasus pembunuhan Abbas yang terjadi di BTN Lappade Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sabtu 2 Juli lalu, mulai digelar di Pengadilan Negeri Parepare, Selasa (27/9) siang. Majelis hakim Ariani Ambar Wulan didampingi dua hakim anggota, Novan Hidayat dan Adika Batara mendengarkan dakwaan jaksa.

Dakwaan yang dibacakan Irwan menguak, kalau kasus kematian korban bermotif asmara. Dua saksi yang dihadirkan yakni wanita HAS (istri terdakwa Muhlis) dan JUM (kakak ipar terdakwa Muhlis).

Dalam kasus ini, Muhlis (29) dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP. Saksi HAS di depan hakim mengakui kalau dirinya telah dua bulan berselingkuh dengan korban.

HAS mengaku, sudah dua kali bertemu dengan korban di rumah JUM, kakaknya di Parepare. Pada pertemuan kedua itulah, suaminya datang dan menikam Abbas hingga tewas.
Sebelum kejadian, HAS pernah dua hari minggat dari rumah. ”Ada yang belum diungkap mengenai dua malam HAS pernah pergi bersama korban tanpa sepengetahuan terdakwa. Keduanya bahkan sering SMS untuk janjian,” kata Muh.Y. Rendy, SH dan Samiruddin, SH, kuasa hukum terdakwa.

Redy menjelaskan, bahwa kasus pembunuhan motifnya perselingkuhan. Terdakwa menegakkan Siri hingga nekat menikam korban hingga tewas.

Saksi Kunci Tertutup, Polisi Kesulitan Ungkap Motif Kematian Korban

01.18 Edit This
Tim penyidik Polres Barru telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus pembunuhan Muhammad Arti (39) alias Ohara. Meski demikian, penyidik belum bisa mengungkap motif serta pelaku pembunuhan.

Empat saksi kunci yang diperiksa masing-masing SD , SF, AS dan SK, teman korban main domino, justru bersikap tertutup saat dimintai keterangan. Ini membuat polisi terkendala untuk menguak secara tuntas kasus kematian Muhammad Arti.

Kasat Reskrim Polres Barru AKP Nasri yang dikonfirmasi Selasa (27/9) mengatakan, belum satu pun keterangan dari saksi yang membuka tabir kasus ini. Para saksi kunci yang diharap bisa memberikan petunjuk penting, justru bersikap tertutup. “Meski demikian, kami yakin bisa mengungkap motif serta pelaku pembunuhan,” katanya.

Muhammad Yasin, adik kandung korban yang dihubungi secara terpisah menyatakan rasa duka mendalam atas kematian sadis yang dialami kakaknya.”Mudah-mudahan kasus kematian kakak saya bisa segera diungkap,” harap Yasin.

SUMBER BACAAN " http://sulsel.fajar.co.id/2016/09/28/saksi-kunci-tertutup-polisi-kesulitan-ungkap-motif-kematian-korban/