Kamis, 23 Oktober 2014

Gejala Anemia, Penyebab, Faktor Risiko dan Pencegahan

Anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. 

Gejala Anemia
Akibat dari anemia adalah transportasi sel darah merah akan terganggu dan jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekuranga oksigen guna mengahasilkan energi. Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak. Serta ditandai dengan warna pucat di beberapa bagian tubuh seperti lidah dan kelopak mata.

Penyebab umum dari anemia antara lain; kekurangan zat besi, pendarahan usus, pendarahan, genetik, kekurangan vitamin B12, kekuarangan asam folat, gangangguan sunsum tulang.

Gejala Anemia (Kurang Darah)


Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda mengalami anemia, seperti dilansir Boldsky.

1. Kelopak Mata Pucat

Sangat mudah untuk mendeteksi anemia dengan melihat mata. Ketika Anda meregangkan kelopak mata dan memperhatikan bagian bawah mata. Anda akan melihat bahwa bagian dalam kelopak mata berwarna pucat.

2. Sering Kelelahan

Jika Anda merasa lelah sepanjang waktu selama satu bulan atau lebih, bisa jadi Anda memiliki jumlah sel darah merah yang rendah. Pasokan energi tubuh sangat bergantung pada oksidasi dan sel darah merah Semakin rendah sel darah merah, tingkat oksidasi dalam tubuh ikut berkurang.

3. Sering Mual

Mereka yang menderita anemia seringkali mengalami gejala morning sickness atau mual segera setelah mereka bangun dari tempat tidur.

4. Sakit kepala

Orang yang mengalami anemia sering mengeluh sakit kepala secara terus-menerus. Kekurangan darah merah membuat otak kekurangan oksigen. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala.

5. Ujung Jari Pucat

Ketika Anda menekan ujung jari, daerah itu akan berubah jadi merah. Tetapi, jika Anda mengalami anemia, ujung jari Anda akan menjadi putih atau pucat.

6. Sesak napas

Jumlah darah yang rendah menurunkan tingkat oksigen dalam tubuh. Hal ini membuat penderita anemia sering merasa sesak napas atau sering terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan.

7. Denyut Jantung Tidak Teratur

Palpitasi adalah istilah medis untuk denyut jantung tidak teratur, terlalu kuat atau memiliki kecepatan abnormal. Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.

8. Wajah Pucat

Jika Anda mengalami anemia, wajah Anda akan terlihat pucat. Kulit juga akan menjadi putih kekuningan.

9. Rambut rontok

Rambut rontok bisa menjadi gejala anemia. Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, Anda akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.

10. Menurunnya Kekebalan Tubuh

Ketika tubuh Anda memiliki energi yang sangat sedikit, kekebalan atau kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. Anda akan mudah jatuh sakit atau kelelahan.

Penyebab & Faktor Risiko


Darah terdiri dari plasma dan sel. Ada tiga jenis sel darah:
  1. Sel darah putih (leukosit). Sel darah ini berguna untuk melawan infeksi.
  2. Platelets / keping darah. Sel darah ini membantu membekukan darah saat terluka.
  3. Sel darah putih (eritrosit). Sel darah merah ini membawa oksigen dari paru-paru melalui aliran darah menuju otak dan organ serta jaringan lain.

Tubuh memerlukan suplai oksigen untuk berfungsi. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang merupakan protein yang kayak dengan zat besi yang memberikannya warna merah.

Banyak sel darah diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Untuk dapat memproduksi sel darah merah dan hemoglobin, tubuh anda membutuhkan zat besi, mineral, protein dan vitamin lainnya dari makanan yang anda makan.

Penyebab Anemia (Kurang Darah)


Anemia terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit sel darah merah, kehilangan terlalu banyak sel darah merah atau mematikan sel darah merah lebih banyak daripada menggantinya. Beberapa jenis anemia dan penyebabnya adalah:

Iron deficiency anemia
Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.

Vitamin deficiency anemia
Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.

Anemia of chronic disease
Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis.Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.

Aplastic anemia
Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.

Anemias associated with bone marrow disease
Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.

Hemolytic anemias
Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.

Sickle cell anemia
Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.

Anemia lain
Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.

Faktor risiko terkena anemia


Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan peluang terjadinya anemia antara lain:
  • Rendahnya asupan gizi pada makanan.
  • Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil.
  • Menstruasi.
  • Kehamilan.
  • Kondisi kronis seperti kanker, gagal ginjal atau kegagalan hati.
  • Faktor keturunan.

Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun, terkena racun kimia, dan menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Risiko lain adalah diabetes, alkohol dan orang yang menjadi vegetarian ketat dan kurang asupan zat besi atau vitamin B-12 pada makanannya.

Pencegahan Penyakit Anemia


Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Tapi anda dapat membantu menghindari iron deficiency anemia dan vitamin deficiency anemias dengan makanan sehat yang mengandung:

1. Zat besi

Dapat ditemukan pada daging. Jenis lain adalah kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.

2. Folat

Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kavangan, sereal dan pasta.

3. Vitamin B-12

Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.

4. Vitamin C

Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri.

Makanan yang mengandung zat besi penting untuk mereka yang membutuhkan zat besi tinggi seperti pada anak-anak, wanita menstruasi dan wanita hamil. Zat besi yang cukup juga penting untuk bayi, vegetarian dan atlet.

Obat Sakit Gigi Tradisional Alami Paling Ampuh

Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Begitulah ungkapan dari mereka yang tengah dilanda patah hati karena cinta. Mungkin ungkapan tersebut benar karena keluar dari mulut orang yang sedang mengalami patah hati. Akan tetapi ketika orang tersebut sedang mengalami sakit gigi, saya sangat yakin, dia akan meralat apa yang sudah diucapkannya.

Sakit gigi memang tidak menyebabkan kematian, tidak seperti sakit jantung atau kanker otak. Tapi rasa sakitnya bisa terasa hingga ke sekujur badan. Bahkan orang yang mengalami sakit gigi cenderung sensitif dan lebih mudah emosi. Terutama ketika mendengar suara bising. Jadi jangan coba-coba berbuat gaduh di dekat orang yang sedang mengalami sakit gigi.

Sakit gigi biasanya disebabkan oleh gigi yang rusak, berlubang atau gusi bengkak. Gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang mengubah sisa-sisa makanan menjadi zat asam yang mampu merusak gigi. Sedangkan gusi bengkak disebabkan adanya luka pada gusi yang kemudian dijadikan tempat berkembangbiaknya bakteri.

Keduanya menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Namun Anda bisa mencoba beberapa resep obat sakit gigi tradisional berikut ini untuk mengobatinya.

Kumpulan Obat Sakit Gigi Tradisional


sakit gigi
Banyak sekali tanaman herbal di sekitar kita yang bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi. Nenek moyang kita sudah lebih dulu menggunakannya untuk mengobati gigi yang sakit. 

1. Bawang Putih

Siapa sangka bumbu masak yang satu ini bisa dijadikan sebagai obat sakit gigi tradisional? Namun begitulah adanya. Untuk mengobati gigi yang sakit, ambil satu siung bawang putih kemudian ditumbuk hingga halus. Ambil sedikit dengan kapas lalu tempelkan pada gigi yang sakit. Biarkan selama 5 menit kemudian buang dan berkumurlah dengan air hangat.

2. Bunga Matahari

Ambil bunga matahari sebanyak 30 gram kemudian cuci bersih. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan tersebut digunakan untuk berkumur. Lakukan secara rutin dua kali sehari hingga gigi tidak terasa sakit lagi. Ramuan ini juga bisa digunakan untuk mengobati sakit kepala.

3. Minyak Tempurung Kelapa

Tempurung kelapa biasanya digunakan untuk membuat kerajinan atau membuat arang. Namun kali ini kita akan membuat obat sakit gigi dari tempurung kelapa ini. Caranya, ambil tempurung kelapa yang masih basah, kemudian dibakar hingga keluar minyaknya. ambil minyak tersebut dengan kapas lalu tempelkan pada gigi yang sakit atau gigi yang berlubang. Biarkan selama 5 menit kemudian ganti dengan yang baru.

4. Daun Sirih

Selain dapat mengobati keputihan pada wanita, daun sirih juga terkenal karena mampu menyembuhkan sakit gigi. Caranya, ambil 2 lembar daun sirih lalu diremas-remas, tambahkan garam sebanyak setengah sendok makan. Masukkan ke dalam gelas dan seduh dengan air panas. Aduk hingga garam larut. Selagi masih hangat air tersebut digunakan untuk berkumur. 

5. Bawang Merah

Tidak mau kalah dengan saudaranya, bawang putih, bawang merah juga memiliki kemampuan untuk menghilangkan sakit gigi. Kandungan antimikroba dalam bawang merah efektif untuk mengusir bakteri penyebab sakit gigi. Caranya, memarkan satu siung bawang merah ukuran kecil, lalu tempelkan pada gigi yang sakit.

6. Merica Bubuk

Selain bermanfaat sebagai bumbu dapur, merica dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi. Caranya ambil merica bubuk secukupnya lalu campur dengan garam dan tumbuk hingga halus. Beri sedikit air hingga membentuk adonan pasta. Tempelkan pada gigi yang berlubang.

7. Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh ini merupakan obat sakit gigi tradisional yang sangat ampuh. Namun harus hati-hati karena rasanya sangat pedas dan getir jika terkena bagian mulut lain. Ambil minyak cengkeh dengan kapas lalu jejalkan pada gigi yang berlubang. Biarkan beberapa menit lalu buang dan berkumurlah dengan air garam hangat.

8. Getah Jarak

Sama seperti minyak cengkeh, getah jarak juga merupakan obat sakit gigi yang mujarab. Namun anda juga harus berhati-hati karena getah jarak ini sangat keras dan bisa menyebabkan iritasi jika terkena bagian mulut yang sensitif.

9. Sereh atau Serai

Sereh atau serai ini biasa digunakan sebagai bumbu dapur untuk menambah aroma pada masakan seperti pepes. Rebus 40 gram sereh yang sudah dicuci bersih dengan 2 gelas air mendidih hingga tersisa setengahnya. Gunakan air rebusan daun sirih tersebut untuk berkumur dua kali sehari. Lakukan secara rutin hingga sakit gigi anda sembuh.

10. Biji Buah Alpukat

Biji buah alpukat bisa kita gunakan untuk mengobati gigi berlubang yang sakit. Caranya, ambil satu buah biji alpukat yang masih basah, kemudian tumbuk hingga halus. Ambil tumbukkan tersebut dengan kapas dan tempelkan pada gigi yang berlubang. Diamkan beberapa menit lalu buang dan berkumurlah dengan air garam atau air kapur sirih.

Oke, itu dia beberapa bahan alami yang mujarab dan ampuh untuk mengobati sakit gigi terutama yang dikarenakan oleh gigi berlubang. Lihat juga artikel sebelumnya tentang obat asam urat tradisional.

Gejala dan Penyebab Penyakit Mata Katarak

Mengenal penyakit katarak mulai dari gejala, penyebab, faktor resiko, hingga cara pencegahan. Apa itu katarak? Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.

Mata KatarakBanyak kasus mata katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata anda.

Tetapi jika hal ini sangat mengganggu keseharian anda, maka operasi merupakan prosedur yang anda butuhkan. Kabar baiknya prosedur operasi pengangkatan katarak mata aman dan efektif untuk dilakukan. Selain itu, pemerintah kita sekarang sudah menyediakan operasi mata katarak secara gratis.

Gejala Katarak


Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata. Pada akhirnya pandangan mata anda akan kabur dan mengalami distorsi.

Tanda dan gejala katarak antara lain:

  • Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.
  • Sulit melihat pada malam hari
  • Sensitif pada cahaya
  • Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar
  • Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas
  • Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut
  • Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat
  • Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata

Katarak tidak membahayakan kesehatan fisik anda sampai katarak menjadi parah. Kondisi yang parah ini dapat menyebabkan radang, nyeri dan sakit kepala.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab Munculnya Penyakit Mata Katarak


Seiring usia, fleksibilitas mata mengalami penurunan, begitpula dengan ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein. Dengan bertambahnya usia, komposisi mata mengalami perubahan dan struktur serat protein mengalami penurunan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menyebabkan noda pada lensa mata.

Ada tiga jenis katarak, diantaranya adalah :

A. Nuclear
Katarak terjadi tengah lensa. Pada tahap awal akan ada perubahan pada fokus cahaya. Untuk sementara waktu anda akan mengalami kemajuan penglihatan khususnya dalam membaca. Tetapi kemudian penglihatan akan mejadi menguning dan terbentu noda putih pada lensa. Lebih lanjut lagi daya lihat akan memburuk dengan penglihatan menjadi coklat. Pada tahap yang parah akan sulit membedakan warna karena pandangan akan menjadi biru atau ungu.

B. Cortical
Katarak ini dimulai dengan terbentuknya noda pada lapisan luar mata. Proses ini berjalan dengan lambat. Kemudian noda ini dapat menjalar ke bagian tengah lensa dan mengganggu aliran cahaya ke pusat lensa. Orang dengan katarak jenis ini akan mengalami silau ketika melihat cahaya.

C. Subcapsular
Katarak jenis ini dimulai dengan terbentuknya area buram dibawah lensa. Katarak ini biasanya terbentuk di belakang lensa yang merupakan jalan cahaya ke retina mata. Katarak ini sering mempengaruhi kemampuan baca, mengurangi kemampuan melihat dalam cahaya terang dan menyebabkan silau atau lingkaran cahaya ketika melihat sinar di malam hari.

Ilmuan tidak mengetahui dengan jelas mengapa usia mempengaruhi perubahan lensa mata. Satu kemungkinan adalah rusaknya lensa karena molekul yang tidak stabil yang merupakan radikal bebas. Asap dan terkena sinar ultraviolet adalah dua sumber radikal bebas tersebut.

Usia bukanlah satu-satunya penyebab mengapa lensa mata mengalami perubahan. Beberapa orang lahir dengan katarak bawaan atau mengalaminya saat masa kanak-kanak. Katarak juga dapat disebabkan sang ibu terkena German measles (rubella) pada saat kehamilan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.

Faktor Risiko Terkena Mata Katarak

Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terkena katarak antara lain :
  • Usia
  • Diabetes
  • Sejarah keluarga dengan katarak
  • Pernah mengalami cedera atau radang pada mata
  • Pernah mengalami operasi mata
  • Penggunaan corticosteroids dalam jangka waktu lama
  • Terkena sinar matahari secara berlebihan
  • Terkena radiasi ion
  • Merokok

Pencegahan Penyakit Katarak


Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terkena katarak antara lain :
  • Jangan merokok
  • Makan makanan dengan gizi seimbang
  • Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari
  • Menjaga kesehatan tubuh secara umum

Penderita mata katarak memang didominasi oleh usia lanjut. Namun dengan menjaga kesehatan secara umum, penyakit katarak ini bisa dihindari.

Gejala Sakit Kepala Kronis dan Penyebabnya

Apa itu sakit kepala kronis? Sakit kepala kronis adalah sakit kepala yang lebih dari biasanya. Rasa sakit yang tak pernah berhenti dari akibat yang ditimbulkan oleh sakit kepala kronis ini sering membuat penderitanya tidak tahan.

Sakit kepala kronis merupakan variasi dari sakit kepala harian. Didefinisikan bahwa sakit kepala harian pasti terjadi 15 hari atau lebih dari sebulan, paling tidak tiga bulan. Dan menjadi pemikiran utama dari sakit kepala kronis harian, bahwa penyakit itu juga tidak menghasilkan kondisi yang lain. Jadi Anda tidak perlu khawatir, sakit kepala kronis bukan indikasi adanya penyakit yang lebih berat atau lebih berbahaya, namun hanya merupakan siklus harian.

Sakit Kepala Kronis
Sekarang, mari kita kenali beberapa penyebab dan gejala sakit kepala kronis lewat penjelasan berikut ini:

Gejala Sakit Kepala Kronis


Sakit kepala kronis harian diklasifikasikan dengan seberapa lama mereka terasa terakhir kalinya – lebih dari empat jam atau lebih sedikit dari empat jam. Lamanya sakit kepala terakhir yang anda rasakan dapat menunjukkan tipe apa sakit kepala yang anda alami.

  • Migrain kronis
  • Sakit kepala kronis akibat tekanan darah
  • New daily persistent headache
  • Hemicrania continua

1. Migrain kronis

Sakit kepala ini berkembang dari migraine yang datang tiba-tiba. Untuk dapat terdiagnosis, anda harus memiliki sakit kepala – migraine, sakit kepala akibat tekanan darah atau keduanya – 15 hari atau lebih dalam sebulan, untuk tiga bulan terakhir. Sebagai tambahan, pada delapan hari atau lebih untuk tiga bulan terakhir, anda pasti mengalami gejala berikut.

Sakit kepala anda harus memiliki paling sedikit dua karakteristik berikut:
  • Menyerang hanya pada satu sisi kepala
  • Menyebabkan sakit yang berdenyut
  • Menyebabkan sakit dari yang sedang ke yang parah
  • Menjadi jengkel pada aktifitas fisik yang rutin

Dan gejala itu menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
  • Mual, muntah atau keduanya
  • Sensitif pada cahaya dan suara

Kalau tidak, jika sakit kepala anda merespon pengobatan triptan atau ergot ambil antisipasi gejala tersebut – pada delapan hari atau lebih dalam sebulan atau lebih dalam sebulan pada tiga bulan terakhir – itu juga merupakan migrain kronis.

2. Sakit kepala kronis akibat ketegangan (tension headache)

Sakit kepala ini berkembang dari sakit kepala akibat ketegangan yang datang tiba-tiba. Sakit kepala ini mungkin terjadi pada jam-jam terakhir atau secara terus menerus.

Sakit kepala kronis akibat ketegangan memiliki paling sedikit dua dari karakteristik berikut:
  • Sakit di kedua sisi kepala
  • Menyebabkan sakit yang ringan sampai sedang
  • Menyebabkan sakit yang terasa ditekan atau mengetat akan tetapi tidak berdenyut
  • Tidak membuat merasa jengkel pada aktifitas fisik rutin

Sebagai tambahan, itu semua menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
  • Sensitif pada suara atau cahaya
  • Mual ringan

3. New daily persistent headache

Sakit kepala ini menjadi konstan dalam beberapa hari dari pertama kali anda mengalami sakit kepala.
New daily persistent headache paling tidak memiliki dua dari karakteristik berikut :
  • Sakit pada dua sisi kepala
  • Menyebabkan sakit yang terasa seperti ditekan atau mengetat, tapi tidak berdenyut
  • Tidak membuat merasa jengkel pada aktifitas fisik rutin

Sebagai tambahan, itu semua menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
  • Sensitif pada suara atau cahaya
  • Mual ringan

4. Hemicrania continua

Hemicrania continua sakit kepala ini menyebabkan sakit pada satu sisi kepala yang tidak berpindah sisi. Mereka juga:
  • Harian dan berlanjut dengan periode tanpa rasa bebas dari sakit
  • Menyebabkan sakit yang sedang tapi terasa menusuk ketika parah
  • Merespon resep pereda rasa sakit indomethacin (Indocin)
  • Mungkin terkadang menjadi parah dengan berkembang dengan gejala seperti migrain

Sebagai tambahan, sakit kepala hemicrania continua menyebabkan paling tiba satu dari hal berikut:
  • Keluar air mata atau mata merah sebagai efek samping
  • Nafas sengau atau hidung berair
  • Kelopak mata layu atau penyempitan pupil

Penyebab Sakit Kepala Kronis


Penyebab sebagian besar sakit kepala kronis harian tidak begitu dimengerti. Yang utama dari sakit kepala kronis harian tidak dapat diidentifikasi berdasarkan kasus. Sakit kepala kronis harian terjadi jika :
  • Anda memiliki respon yang memuncak pada tanda rasa sakit
  • Bagian dari otak anda yang menekan rasa sakit tidak bekerja secara baik

Frekuensi sakit kepala lain mungkin disebabkan berdasarkan penyakit atau kondisi yang berbeda-beda, termasuk:
  • Pembengkakan atau masalah lain pada pembuluh darah dan kisaran otak, termasuk stroke.
  • Infeksi, contohnya meningitis
  • Tekanan pada intracranial baik yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah
  • Tumor otak
  • Cedera trauma pada otak

Banyak orang yang memiliki frekuensi sakit kepala sebenarnya mengalami efek dari terlalu seringnya mengambil pengobatan medis terhadap rasa sakit. Jika anda mengambil pengobatan medis terhadap rasa sakit – bahkan analgesics tanpa resep – lebih dari tiga hari dalam seminggu, anda berisiko mengalami peningkatan sakit kepala.

Faktor Risiko Terkena Sakit Kepala Kronis


Beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi sakit kepala adalah:
  • Gelisah
  • Depresi
  • Gangguan tidur
  • Obesitas
  • Mendengkur
  • Berlebihan dalam menggunakan kafein
  • Berlebihan dalam menggunakan obat pereda rasa sakit
  • Secara rutin memakai sesuatu yang membuat ketegangan pada kepala atu leher

Cara pencegahan untuk sakit kepala kronis bisa dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat seperti rajin berolahraga, tidur yang cukup, makan teratur, rileks, kurangi stress dan kurangi konsumsi kafein. Mengurangi penggunaan obat-obatan medis serta menghindarkan diri dari pemicu sakit kepala adalah cara yang bagus agar terhindar dari sakit kepala kronis.

Gejala Diabetes atau Penyakit Kencing Manis

Diabetes mellitusatau kencing manisterjadi karena kadar gula dalam darah meningkat akibat gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Glukosa sangat penting bagi kesehatan karena merupakan sumber energi utama bagi otot dan jaringan.

Jika anda memiliki diabetes tipe apapun, itu berarti anda memiliki terlalu banyak glukosa. Terlalu banyak glukosa dalam darah akan menyebabkan masalah yang serius. Diabetes kronis terdiri dari diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Gejala Diabetes
Pemeriksaan Diabetes
Beberapa gejala klasik penderita diabetes mellitus antara lain: sering buang air kecil, sering merasa haus dan lapar, serta badan lemas dan sering mengantuk.

Gejala Penyakit Diabetes Mellitus


Gejala diabetes bervariasi berdasarkan jenis diabetes yang anda miliki. Jika anda memiliki prediabetes (kadar gula darah lebih tinggi dari normal tapi belum cukup dikategorisasikan sebagai diabetes) atau gestational diabetes (gula darah yang meningkat saat kehamilan) mungkin tidak akan mengalami gejala.

Gejala Diabetes Tipe1 (pada anak-anak)


Mengenali gejala diabetes tipe satu pada anak tak selalu mudah karena gejala-gejalanya sering salah dikira penyakit flu. Selain itu gejalanya terkadang baru muncul setelah penyakit berjalan cukup panjang.

Anak dengan diabetes tipe 1 biasanya memiliki gejala awal sebagai berikut:

1. Sering berkemih
Hal ini terjadi karena ginjal ingin membersihkan kelebihan glukosa dalam sirkulasi darah. Anak jadi lebih sering buang air kecil dan dalam jumlah yang besar. Mengompol juga bisa menjadi gejala adanya diabetes, terutama jika sebelumnya anak tak pernah mengompol.

2. Banyak minum
Karena banyak cairan yang dikeluarkan, anak menjadi gampang haus.

3. Berat badan berkurang
Tubuh tidak lagi bisa memproses glukosa untuk energi dan mulai memecah otot dan cadangan lemak untuk menghasilkan energi bagi sel-sel yang lapar. Karenanya meski nafsu makan anak normal tetapi berat badannya sulit naik.

4. Mudah lelah
Anak tampak kelelahan karena tubuhnya tidak mampu memproses glukosa untuk energi.

Gejala-Gejala Diabetes Tahap Lanjut


Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun. Diabetes tipe 2 yang merupakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering dapat dicegah.

1. Berat badan turun dengan cepat
Buat penderita diabetes, jangan senang dulu jika berat badan Anda turun dengan cepat. Ini bukan diakibatkan karena diet yang sukses, namun lebih disebabkan karena pankreas mulai rusak. Pankreas memiliki tugas memproduksi insulin yang digunakan mengolah glukosa menjadi sumber energi. Karena pankreas pada penderita diabetes gagal mengolah gula menjadi energi, maka terjadilah resistensi insulin. Tubuh kemudian akan mencari sumber energi alternatif dengan membakar cadangan lemak dalam tubuh. Jika cadangan lemak habis, maka sasaran selanjutnya adalah otot. Akibatnya bobot tubuh akan terus menyusut.

2. Sering Kesemutan
gejala ini terjadi karena pembuluh darah yang rusak, sehingga darah yang mengalir di ujung–ujung saraf pun berkurang.

3. Luka yang sulit sembuh
Ini adalah efek lain dari kerusakan pembuluh darah dan saraf selain kesemutan. Kerusakan ini mengakibatkan penderita diabetes tidak merasakan sakit jika mengalami luka. Mereka bahkan kadang tidak sadar telah terluka. Gabungan kadar gula darah yang tinggi dan tidak adanya rasa nyeri, maka luka yang awalnya kecil dapat membesar menjadi borok dan bahkan membusuk. Jika sudah sampai tahap ini, amputasi merupakan satu-satunya jalan untuk menyembuhkannya.

Gejala Diabetes Pada Wanita


Sementara itu, sayangnya dari beberapa gejala khusus yang sering dialami wanita namun tidak disadari mereka. Lantas, gejala-gejala apa saja itu biasanya hadir itu? Di bawah ini ada beberapa gejala yang dapat Anda harus waspadai dan segera konsultasi ke dokter, menurut Imam, di antaranya sebagai berikut:
  1. Infeksi vagina yang ditandai dengan munculnya keputihan secara berulang, meskipun telah mendapatkan pengobatan.
  2. Wanita diabetes lebih mudah terserang infeksi jamur di daerah organ intim karena daerah tersebut mengalami kelambaban cukup tinggi.
  3. Mengalami gangguan fungsi hormonal karena aliran darah tidak lancar.
  4. Cenderung mengalami polycystic ovarian syndrome. Keseimbangan hormon terganggu yang akan menganggu sistem reproduksi.
  5. Pemicu diabetes juga, biasanya ditemukan pada wanita yang mengalami depresi.
  6. Memiliki kadar kolesterol yang tinggi dibanding pria

Penyebab & Faktor Risiko Diabetes


Untuk dapat mengerti tentang diabetes anda harus mengetahui bagaimana glukosa diproses tubuh secara normal.

Bagaimana glukosa bekerja secara normal
Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa berasal dari dua sumber yang utama, yaitu makanan dan hati. Saat mencerna makanan gula diserap ke dalam aliran darah dengan dibantu oleh insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat). Hormon insulin dihasilkan oleh pankreas.

Dalam proses ini hati bertindak sebagai gudang penyimpanan dan pusat pengolahan. Contohnya ketika anda tidak makan untuk beberapa waktu, hati akan melepaskan glukosa yang tersimpan untuk menjaga kadar glukosa tetap normal.

Penyebab Diabetes


Penyebab diabetes tipe 1
Pada diabetes tipe 1, sistem imun anda yang normalnya berfungsi untuk melawan bakteri atau virus malah menyerang hormon insulin. Kondisi ini membuat anda kekurangan atau bahkan tidak memiliki insulin. Alih-alih dihantarkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam aliran darah.

Penyebab prediabetes dan diabetes tipe 2
Pada kondisi prediabetes – yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 – dan diabetes tipe 2, sel menjadi resisten terhadap hormon insulin. Hal ini menyebabkan pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin. Alih-alih mengalirkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam darah. Penyebab pastinya tidak diketahui meskipun kelebihan lemak dan perilaku pasif merupakan faktor penting.

Penyebab gestational diabetes
Saat kehamilan, plasenta memproduksi hormon untuk menopang kehamilan. Hormon ini membuat sel lebih resisten terhadap insulin. Seiring pembesaran plasenta pada tiga bulan kedua dan ketiga, maka hormon tersebut semakin banyak dihasilkan.

Normalnya pankreas akan merespon dengan menghasilkan lebih banyak insulin. Tetapi terkadang pankreas justru tidak mampu meresponnya. Ini membuat glukosa banyak menumpuk di darah dan tidak terserap ke dalam sel.

Faktor risiko terkena diabetes


Faktor risiko diabetes didasarkan pada tipe diabetes.

Faktor risiko diabetes tipe 1

Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor keturunan mungkin mempengaruhi. Faktor lainnya adalah terkena penyakit yang disebabkan virus.

Faktor risiko diabetes tipe 2

• Lemak.
Semakin banyak lemak pada jaringan tubuh anda, semakin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.
  
• Perilaku pasif.
Perilaku pasif akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar. Aktifitas fisik akan membantu mengontrolnya dan semakin banyak penggunaan glukosa untuk energi maka semakin sensitif sel anda terhadap glukosa.

• Faktor keturunan.

• Usia.
Risiko akan meningkat seiring dengan usia dimana aktifitas fisik cenderung menurun.

• Gestational diabetes.
Jika anda memiliki gestational diabetes ketika hamil, maka risiko mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat kemudian. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat lebih dari 4 kilogram maka anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.

• Polycystic ovary syndrome.
Ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, tumbuh rambut yang terlalu banyak dan obesitas.

Kondisi lain yang terkait diabetes antara lain:

Pencegahan Penyakit Diabetes


Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
  • Makan makanan sehat rendah kalori dan lemak
  • Lebih aktif secara fisik, khususnya dengan berolahraga
  • Jaga berat badan ideal