Kamis, 24 Juli 2014

MENGEJAR LAILATUL QADRI

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami – Allah – menurunkan al-Quran itu pada malam Laitlatul-qadri” sampai akhirnya ayat. (Surah al-Qadr)
Allah Ta’ala berfirman pula:
“Sesungguhnya Kami menurunkan al-Quran itu pada waktu malam yang diberkahi,” sampai beberapa ayat selanjutnya.
(ad-Dukhan: 3)
1186. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Barangsiapa berdiri bersembahyang dalam bulan Ramadhan karena didorong keimanan dan keinginan memperoleh keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosanya yang terdahulu.” (Muttafaq ‘alaih)
1187. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwasanya beberapa orang lelaki dari para sahabat Nabi s.a.w. diberitahu dalam impian mengenai tibanya lailatul-qadri yaitu dalam tujuh yang terakhir – yang dimaksudkan ialah antara malam ke 22 sampai malam ke 28. Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: “Saya melihat impian-impianmu semua itu cocok yaitu pada tujuh yang terakhir. Maka
barangsiapa hendak mencari lailatul-qadri itu, hendaklah mencari-nya pada tujuh yang terakhir itu juga.” (Muttafaq ‘alaih)
1188. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. itu beri’tikaf dalam sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan dan beliau s.a.w. bersabda: “Carilah lailatul-qadri itu dalam sepuiuh yang terakhir – yakni antara malam ke 21 sampai malam ke 30 – dari bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)
1189. Dari Aisyah radhillahu ‘anha pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Carilah lailatul-qadri itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan – yakni malam ke 21,23, 25, 27 dan 29. (Riwayat Bukhari)
1190. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. itu apabila telah masuk sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan, maka beliau menghidup-hidupkan malamnya – yakni melakukan ibadat pada malam harinya itu, juga membangunkan isterinya, bersungguh-sungguh – dalam ibadat – dan mengeraskan ikat pinggangnya – maksudnya adalah sebagai kata kinayah men-jauhi berkumpul dengan isterinya.” (Muttafaq ‘alaih)
1191. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. itu bersungguh-sungguh dalam beribadat dalam bulan Ramadhan yang tidak
demikian bersungguh-sungguhnya kalau dibandingkan dengan bulan lainnya, juga di dalam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan itu beliau s.a.w. bersungguh-sungguh pula yang tidak demikian bersungguh-sungguhnya kalau dibandingkan dengan hari-hari Ramadhan yang lainnya.” (Riwayat Muslim)
1192. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau saya mengetahui pada malam apa tibanya lailatul-qadri itu, apakah yang harus saya ucapkan pada malam itu?” Beliau s.a.w. menjawab: “Ucapkanah: Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun, gemar memberikan pengampunan, maka ampuniiah saya.
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Nasib Metro TV Setelah Pilpres

Kemenangan Jokowi tak bisa dilepaskan dari andilnya Metro TV. Jauh sebelum Jokowi mencalonkan diri jadi capres. Metro TV dengan gencarnya memberitakan setiap kegiatan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta. Dukungan Metro TV kian aktif setelah bos Metro TV, Surya Paloh, melalui partai Nasdem turut serta mengusung Jokowi sebagai capres.
Metro TV memang bukan lagi menjadi berita yang netral karena dengan terbuka menjadikan media informasi bagi pendukung dan relawan Jokowi. Hal-hal apa saja yang menyangkut dengan Jokowi dijadikan referensi informasi yang bermanfaat buat pendukungnya meski harus menabrak kaidah dan etika jurnalisme. Selain itu Metro TV dengan semangat yang membabi buta menjadi media yang mampu menangkis serangan-serangan dari TV One, media pendukung Prabowo.
Baik Metro TV dan TV One sama-sama tidak netral pada pilpres kemarin. Mereka lebih layak sebagai televisi partisan. Padahal sebelumnya, kita mengacungkan jempol untuk kedua TV yang mengklaim berita karena berani mengobrak-abrik kasus-kasus besar, seperti Hambalang dan Century. Baik Hambalang maupun Century sudah menjatuhkan reputasi Partai Demokrat, sehingga perolehan suara Partai Demokrat jatuh tersungkur pada pileg 2014.
Setelah Jokowi menang pilpres 2004, Metro TV tetap ada di barisan terdepan memberitakan Jokowi, sehingga berita perang Gaza dan Informasi Mudik 2014 seperti hanya pelengkap, berbeda dengan TV One yang sudah balik kandang (Netral) kembali pada berita yang aktual tidak terlena dengan berita pilpres lagi, meskipun kalau mau, bisa saja TV One pun memberitakan kekalahan Prabowo secara terus-menerus dengan segala konflik permasalahannya. Tapi inilah yang tidak dilakukan TV One. Itulah sebabnya kenapa TV One memang beda.
Pertanyaan yang paling mendasar ditujukan pada Metro TV adalah sampai kapan Metro TV bertahan sebagai media informasi Jokowi. Apakah nantinya Metro TV akan kembali netral atau tetap jadi media berita partisipan, sementara pendukung dan relawan Jokowi mulai perlahan berani mengkritik Jokowi. Jokowi adalah manusia biasa tentu tak luput dari segala kesalahan. Syukur-syukur berita Jokowi tidak ada yang buruk, Metro TV tak perlu kehilangan muka. Tetapi jika ada berita buruk tentang Jokowi, misalnya pengunkapan kembali kasus Trans-Jakarta, hingga akhirnya diputuskan menjadi tersangka. Apakah berani Metro TV memberitakan atau berusaha menutup-nutupi beritanya dengan cara mengalihkan pada berita lain.
Jika kejadian berita keburukan Jokowi ditutupi, sementara publik melalui TV One tahu sendiri. Ini akan menjadi pukulan yang berat untuk Metro TV. Publik akan menghukum dan membullynya bahwa Metro TV bukan lagi sebagai TV berita, tetapi dianggap sebagai sarana pembohongan berita. Akhirnya Metro TV menjadi Metro Mini. Wassalam.

NIKKI PALMA Photos!

is: 



NIKKI PALMA Pinoy Wink


NIKKI PALMA Pinoy Wink  2


NIKKI PALMA Pinoy Wink  3


NIKKI PALMA Pinoy Wink  4


NIKKI PALMA Pinoy Wink  5


NIKKI PALMA Pinoy Wink  6


NIKKI PALMA Pinoy Wink  7


NIKKI PALMA Pinoy Wink  8


NIKKI PALMA Pinoy Wink  9


NIKKI PALMA Pinoy Wink  10


Rabu, 23 Juli 2014

Pemimpin menurut Islam

Manusia terbaik adalah orang yang paling banyak manfaat bagi sesamanya. Manusia terbaik adalah orang yang ketika mendapat tambahan karunia Allah SWT maka secara otomatis kebaikannya semakin banyak dirasakan oleh orang-orang sekitarnya. Sungguh menyenangkan bila orang-orang terbaik itu bertebaran di mana-mana, apalagi mereka menjadi orang pilihan mendapat kepercayaan menjadi pemimpin .
Pemimpin adalah orang yang diberikan amanah (kepercayaan) tertentu yang diharapkan dapat melaksanakan tugas kepemimpinannya sesuai dengan kedudukan dan jabatannya. Rasulullah saw, pernah mengingatkan, bahwa pemimpin suatu kelompok adalah pelayan kelompok tersebut. Oleh karena itu seorang pemimpin hendaklah melayani dan menolong orang yang dipimpin untuk mencapai kemajuan, kesejahteraan umat dan keselamatan dunia akhir
Rasululullah saw telah mengingatkan para pemimpin yang tidak amanah bahwa mereka kelak tidak akan pernah mencium wanginya surga. Rasulullah saw bersabda, ”Tidak seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk memelihara dan mengurusi kemaslahatan rakyat lalu dia tidak melingkupi rakyat dengan nasihat kecuali ia tidak akan mencium harumnya surga.” (HR Bukhari).
Dalam riwayat yang lain Rasulullah saw menegaskan, ”Tidak seorang hamba pun yang diserahi Allah memelihara dan mengurus (kepentingan) rakyat, lalu meninggal, sementara ia menipu rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan atas dirinya surga.” (HR Muslim, Ahmad, dan ad-Darimi).
Bahkan, Rasulullah saw mendoakan pemimpin yang menyengsarakan umatnya agar Allah menimpakan kesengsaraan yang sama kepada mereka. Beliau berdoa, ”Ya Allah, siapa saja yang memegang urusan umatku dan bersikap memberatkan atau menyulitkan mereka, maka balaslah dengan perlakuan yang sama. Siapa saja yang memegang urusan umatku lalu bersikap lembut kepada mereka, balaslah dengan perlakuan yang sama.” (HR Muslim).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda, 'Ada tiga jenis yang Allah tidak akan mengajak berbicara mereka pada hari kiamat, tidak akan mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka dan bagi mereka siksaan yang pedih. Orang tua yang berzina, raja yang berdusta, dan orang miskin yang sombong'," (HR Muslim [107]).
Kezhaliman, kejahatan, dan penipuan yang dilakukan oleh para pemimpin akan menghalanginya untuk mendapatkan syafa'at Rasulullah saw. Dari sini jelaslah bahwa dosa mereka lebih besar daripada pelaku dosa-dosa besar, sebab syafa'at Rasulullah saw. tetapi diberikan kepada ummat beliau yang melakukan dosa besar
Kekuasaan dan kepemimpinan adalah sebuah beban. Bagi orang yang mau menerima bahan tersebut sudah selayaknya melaksanakan semua kewajibannya agar ia tidak menjadi seorang pengkhianat lalu dicampakkan ke dalam Jahannam dalam keadaan yang hina-dina
Pemimpin yang tidak jujur itu memang pandai, tetapi pandai menipu rakyat, mereka licin selicin belut, mereka licik selicik kancil, mereka pandai merangkai kata, seperti pujangga yang menari di atas kata-kata indah hingga rakyat terlena terutama ketika berkampanye dengan janji-janji indah yang selalu berkedok untuk kepentingan rakyat, tapi sesungguhnya adalah orang yang pembohong (khazzab).
Dalam hal ini rasulullah saw bersabda : “sesudahku nanti akan ada pemimpin-pemimpin yang berdusta dan berbuat zalim, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kezalimannya, maka ia tidak termasuk golongan dari umatku dan aku juga tidak termasuk darinya dan ia tidak akan datang ketelaga (yang ada di surga)”. (HR. Nasa’i dari ka’ab).
Karena itu kepemimpinan sangat menuntut seorang pemimpin yang fathanah (cerdik), yakni cakap, pandai, cerdas, punya kesanggupan dan memiliki visi jauh kedepan

Mengkotak-kotak Kaum Muslimin dengan Mempertajam Perbedaan Visi Politik

Musuh-musuh Islam telah mengetahui sejak awal, bagaimana memanfaatkan perbedaan visi politik di kalangan umat Islam. Hal ini terjadi sejak masa Khulafaur Rasyidin, dan terus meluas pada masa-masa sesudahnya. Mereka juga mengetahui cara menciptakan pertentangan, dan melontarkannya ke tengah-tengah barisan kaum muslimin.
Sebenarnya, perbedaan visi politik dapat ditekan dan diminimalkan tanpa melampaui zaman, tempat atau pribadi yang bersangkutan. Tetapi musuh-musuh Islam terus melakukan usaha dengan gigih, untuk memperluas perbedaan dan pertentangan ini.
Bahkan hal ini senantiasa dijadikannya program untuk membagi-bagi umat Islam menjadi dua kelompok atau lebih yang saling bertentangan, dengan membangkitkan dendam dan kebencian pada salah satu pihak terhadap pihak yang lain.
Para cerdik pandai dan orang-orang yang cinta damai berusaha mendekatkan visi yang berbeda-beda itu, dan berkehendak mengobati luka-luka politik dengan melupakan yang sudah lalu. Maka, musuh-musuh Islam tentu tidak menyukai hal itu, dan secara diam--diam mereka segera menaburkan debu agar ide-ide yang benar itu tidak tampak.

Kemudian mereka lakukan kiat baru, dengan melontarkan dusta atau menyuruh orang lain untuk melakukannya. Selanjutnya, jika luka-luka politik itu sudah mulai sembuh, mereka mengoreknya kembali dengan menghembuskan dendam dan kebencian, sehingga akan timbul lagi rasa ingin menyakiti.
Dengan demikian, pertentangan pun akan semakin tajam dan makin lebarlah jurang pemisah antara dua kelompok yang bertentangan beserta pengikut masing-masing. Hal ini terus berkembang dan berkepanjangan hingga melampaui waktu, tempat, dan pribadi-pribadi yang terlibat.
Usaha mempertentangkan umat Islam antar sesamanya tidak terbatas pada bidang politik saja, tetapi dikembangkan lagi pada bidang aqidah dan golongan. Hal itu menunjukkan, betapa bervariasinya bentuk perusakan yang mereka lakukan terhadap Islam dan kaum muslimin.
Di antara hasil makar mereka ialah, terjadinya perselisihan antara Ahlul Bait dan penguasa Bani Umayah tentang hak kekhalifahan. Sebenarnya perselisihan ini dapat diredam seminimal mungkin, dan masing-masing pribadi muslim dari kelompok dan golongan mana pun mengarahkan perhatiannya untuk melaksanakan kewajiban menyebarkan Islam di muka bumi. Tetapi para penebar fitnah itu tidak membiarkan luka-luka politik itu sembuh.
Mereka terus bekerja melakukan perusakan, menghasut masing-masing pihak yang berselisih dengan menampakan rasa simpati dan dukungan kepada salah satu pihak, dan menjelek-jelekkan serta menyalahkan pihak yang lain. Demikian pula sikap mereka terhadap pihak kedua, yaitu menampakkan simpati dan dukungan serta menjelek-jelekkan serta menyalahkan pihak pertama tadi. Lebih jauh lagi, mereka mendorongnya untuk menghukum dan memerangi pihak lain.
Perselisihan ini terus mereka pertajam dan mereka kembangkan sampai kepada pokok-pokok aqidah, yang selanjutnya sampai pula kepada madzhab-madzhab fiqih. Di samping mempertajam dan mengembangkan perselisihan ini mereka juga berusaha mempertentangkan masalah-masalah yang semestinya tidak dipertentangkan. Semua ini mereka lakukan dalam rangka merobek-robek persatuan umat Islam den menghujat Islam itu sendiri. Karena itu, pasukan mereka terus bekerja secara terselubung untuk mewujudkan tujuan mereka.
Ketika mereka telah dapat melakukan permainan ini, maka mereka tumbuhkan kelompok-kelompok Islam dalam jumlah yang banyak. Mereka begitu saja mempercayai arahan musuh, sehingga timbullah pertentangan satu sama lain. Usaha ini mereka tingkatkan terus hingga dapat memurtadkan mereka dari aqidah Islam, kufur terhadap ajaran-ajarannya, lebih loyal kepada orang-orang kafir daripada orang-orang mukmin, meskipun mereka masih mengaku sebagai kelompok Islam.
Bila kelompok-kelompok yang dipecah-belah ini menyadari bahwa mereka sedang diperangkap dan ditipu oleh musuh-musuh Islam yang selama ini mempermainkan mereka tanpa mereka sadari, maka akan banyaklah di antara mereka yang kembali ke jalan yang benar. Mereka pun akan menyadari bahwa persimpangan jalan yang bermula dari perselisihan itu hanyalah masalah perbedaan visi politik yang dapat terjadi setiap saat dan setiap bangsa, dan akan berlalu ditelan zaman bersamaan dengan lenyapnya para pelakunya (bahkan mungkin sebelumnya). Karena itu, tidak layak jika hal itu menimbulkan dendam yang berkepanjangan.
Perbedaan visi politik pada umat yang satu hanyalah perbedaan pandangan pribadi, karena itu tidak pantas diangkat menjad! pertentangan agama den aqidah, atau menjadi pertentangan kemanusiaan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Namun, musuh-musuh Islam ingin mempermainkannya, sehinggga pertentangan agama terjadi secara turun-temurun. Hal ini akan memunculkan unsur fanatisme golongan, karena nenek moyang mereka dahulu termasuk kelompok tersebut.
Sekarang, diperlukan pemimpin-pemimpin yang berkualitas bagi semua golongan yang dapat menyadarkan pengikut-pengikutnya terhadap tipu daya yang direkayasa oleh musuh-musuh Islam.
Ini merupakan masalah besar yang menjadi tanggung jawab mereka. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah pada hari kiamat, dan akan dihisab pula keteledoran mereka dalam menjalankan kewajiban mereka terhadap Allah, Islam, dan umat Islam yang dicabik-cabik oleh musuh Islam.

MENYIMAK PIDATO PRABOWO 22 JULI 2014 DAN POTENSI KEMAKSIATAN PILPRES, PENCITRAAN, DAN DEMOKRASI

Calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto menyatakan pernyataan sikap politiknya terhadap proses rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat dalam penetapan hasil pemilihan presiden, Selasa (22/7) di rumah Polonia, Jakarta.
Berikut pernyataan sikap Prabowo Subianto dari rumah Polonia Jakarta:
PERNYATAAN PRABOWO SUBIANTO
22 JULI 2014
Kalau sekedar mencari hidup enak, saya tidak perlu berjuang di bidang politik.
Demokrasi artinya rakyat berkuasa. Wujud dari demokrasi adalah pemilihan, dan esensi pemilihan adalah pemilihan yang jujur, yang bersih dan yang adil.
Kalu ada yang mencoblos puluhan, ratusan surat suara itu tidak demokratis. Dari Papua saja ada 14 kabupaten yang tidak pernah mencoblos tetapi ada hasil pemilu. Ada 5.000 lebih TPS di DKI yang direkomendasikan PSU tetapi tidak digubris oleh KPU.
Oleh karena itu, kami Prabowo-Hatta mengambil sikap sebagai berikut:
1. Proses penyelenggaraan pilpres yang diselenggarakan oleh KPU bermasalah. Sebagai pelaksana, KPU tidak adil dan tidak terbuka. Banyak peraturan main yang dibuat justru dilanggar sendiri oleh KPU.
2. Rekomendasi Bawaslu banyak diabaikan oleh KPU.
3. Ditemukannya banyak tindak pidana Pemilu yang dilakukan oleh penyelenggara dan pihak asing.
4. KPU selalu mengalihkan masalah ke MK, seolah-olah setiap keberatan harus diselesaikan di MK padahal sumber masalahnya di KPU.
5. Telah terjadi kecurangan masif dan sistematis untuk mempengaruhi hasil pemilu presiden.
Oleh karena itu, saya Prabowo-Hatta akan menggunakan hak konstitusional kami menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum. Oleh karena itu kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung.
Kami tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan oleh rakyat dipermainkan dan diselewengkan. Kami siap menang dan siap kalah dengan cara yang demokratis dan terhormat.
Bagi setiap rakyat Indonesia yang telah memilih kami, kami minta untuk tetap tenang. Yakinlah kami tidak akan membiarkan hak demokrasi diciderai.
Saya menginstruksikan kepada saksi-saksi yang sedang mengikuti proses rekapitulasi di KPU untuk tidak melanjutkan.
Kami menambahkan, bahwa kami tetap minta semua pendukung kami untuk selalu dan tetap tenang. Kami akan berjuang di atas landasan konstitusi, di atas landasan hukum, di atas landasan tidak menggunakan kekerasan apapun.
H. Prabowo Subianto
-----------------------------------------
Situasi seperti ini pernah terjadi seingat saya saat George Bush Jr (George W. Bush) versus Al Gore.
Akhirnya ditetapkan Supreme Court. Dan Bush Jr. dimenangkan.
Namun tetap berbau kecurangan.
Karena kaum pemilih Al Gore yang Demokrat banyak dianulir di negara bagian Texas asal Bush cs. Dan lain-lain cara.
Alasannya karena banyak yg mantan napi dll. Juga karenanya tak boleh memilih tak dapat ballot/kartu pemilih (padahal banyak yang sudah pulih haknya). Dan lain-lain cara termasuk cara cracking sistem jaringan komputer, sistem informasi dan komunikasi (ICT alias Information & Communication Technology).
Kita tahu kaum Demokrat USA memang orang2 liberal, GLBT, eks Napi, Atheis, hura2 ... kurang educated
Sedangkan Republikan, kaum Kristen fanatik dan educated dll.
Tapi Al Gore saat itu adalah calon yang lebih bermartabat daripada Bush Jr.
Bahkan hingga kini populer sebagai pejuang lingkungan hidup. Khususnya mengenai Global Warming.
Dan Al Gore dikalahkan.
Akhirnya Bush Jr sebagai POTUS (President Of The United States) membawa USA ke War On Terror setelah konon 'WTC Building diserang'.
Menyerang Iraq. Dengan dalih adanya Senjata Pemusnah Massal yang ternyata tak pernah ditemukan. Namun jelas Iraq bercadangan minyak besar sekali.
Dan Saddam yg Sunni tumbang, Iraq dikuasai Syi'ah.
Dan situasi dunia, khususnya Timur Tengah, semakin panas.
...
Kini RI di-DEMOKRASI-kan.
Dan saya agak malu.
Karena salah-satu tokoh pejuangnya di masa Reformasi, adalah pengacara terkenal tokoh nasional eks LBH suami tante kandung saya.
Setahu saya, cara yang sama dipakai SBY dulu. Wallohua'lam.
Termasuk adanya aneka suara fiktif, orang2 yg berhak memilih namun dianulir/tak diberikan Ballot/kartu tanda pemilih terutama di kandang lawan Bush the POTUS dan SBY dan Jokowi The Joker, PENCITRAAN luar biasa, kasus2 korupsi yang dipeti eskan.
Padahal sistem pemilihan Presiden kita dulu sudah lumayan islami yakni "hikmah kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan" menurut Pancasila alias bahwa Presiden RI itu dipilih perwakilan rakyat di MPR dan DPR, kira-kira seperti dulu cara Kholifah dipilih oleh Dewan Syura'.
Bukan pemilihan LANGSUNG hingga 1 rakyat awwam yang tak tahu politik, suaranya dihitung sama dengan 1 'Ulama/Ketua MUI, misalnya.
Dan the Joker Jokowi kini kiranya menempuh cara yang lebih-kurang sama?
Hingga terjadilah laporan dari kawan, bahwa di Sidoarjo, majelis ta'lim ibu2 sederhana memilih Jokowi karena:
"Sakno", jawabnya.
Alias karena:
"Kasihan"
?
Kalau dulu, saya ingat ada liputan TV yang bertanya kepada anak perempuan berseragam SMU yang baru hendak pertama kali memilih.
Jawabnya, ia hendak memilih SBY.
Teman sesama siswa SMU di sebelahnya heran, dan bertanya mengapa mau memilih SBY?
Jawabnya:
"Karena pak SBY badannya kan besar ... Jadi kayanya bisa melindungi kita gituuuu ... ?
Inilah bahayanya PENCITRAAN dan DEMOKRASI.
Dan mengabaikan SYARI'AH TUHAN.
SYARI'AH ALLAH.
Namun semasa Syari'ah belum terwujud sempurna, hukumnya adalah darurat dan perlu ikut dalam Pemilu, APALAGI di 2014 ini saat ada koalisi yang jelas jahat dan memusuhi kebenaran dan kebaikan Islam, agama para nabi, 124.000 nabi, dalam agama Tauhid, Monoteisme, Ketuhanan Yang Maha Esa ini, sejak awal jaman.
Maka belum pernah dalam sejarah kemerdekaan RI, para 'ulama dan aktivis begitu intens terlibat dalam Pilpres.
Dan inilah yang juga dicurangi, kiranya.
- Abu Taqi Mayestino -

Lea Michele, Kencan Vulgar Sama Pacar Baru


Lea Michele tak ragu lagi untuk bermesraan dengan kekasih barunya, Matthew Paetz saat mereka berada di area publik. Setelah pekan lalu mengenang meninggalnya mantan kekasih­nya yang juga lawan mainnya di serial Glee, Cory Montheith, kini Michele berlibur ke Italia dengan Paetz.

Akhir pekan kemarin dihabis­kan Michele dan Paetz untuk liburan di Positano, Italia. Melalui Instagram, pemeran Rachel Berry di Glee itu mema­merkan foto-foto keberadaannya di negeri pasta tersebut.

Namun dari beberapa foto yang diunggah ke Instagram, tidak ada yang menampilkan kemesraan mereka. Aksi intim mereka terlihat dari foto hasil jepretan paparazzi saat kedua­nya berada di sebuah boat atau kapal bernama Crowne.

Michele tampak mengenakan bikini hijau saat mengarungi lautan dengan Paetz. Keduanya terlihat mesra saat bersantai dengan berjemur di area dek kapal. Paetz yang berprofesi sebagai model tampak men­cium Michele yang berbaring di atas kursi malas.

Dalam liburannya tersebut, mereka tak lupa merasakan langsung segarnya air laut. Keduanya berenang di laut menggunakan bantuan alat pelampung.

Artis 27 tahun itu ke Italia bukan hanya untuk liburan. Dia terbang ke sana juga untuk menghadiri Giffoni Interna­tional Film Festival, festival film anak-anak terbesar di Eropa dan kemungkinan dunia. Giffoni me­rupakan kota kecil yang berada di Campania, Italia Selatan.

Melalui Twitter Michele mengungkapkan rasa senang­nya bisa hadir di festival film tersebut. “What an amazing day today at the #GiffoniFilm­Festival such an honor!” tulisnya.

Serius move on dari Mon­teith, baru-baru Michele juga membuat pesta khusus di rumah­nya untuk memper­kenalkan Paetz. 

“Mereka (Lea dan Matthew) berbicara kepada semua orang di sana tentang rencana musim panas dan mereka terlihat benar-benar tergila-gila satu sama lain,” ujar sumber.

“Mereka juga terlihat begitu manis serasi saat bersama. Jadi mereka bisa melengkapi satu sama lain. Lea benar-benar sa­ngat menyukai Matthew.