Tuesday, October 9, 2018

Tim SAR Gabungan Terkendala Alat Berat, 50-an Mayat di Perumnas Balaroa Palu Belum Dievakuasi

Tim SAR bersama petugas Damkar dan Tagana masih terus melakukan pencarian korban gempa dan tsunami di kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Salah satu titik pencarian mayat korban gempa dan tsunami saat ini dilakukan di Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Minggu (7/10/2018).

Berdasarkan pantauan TribunBarru.com, di hari kesembilan pascagempa dan tsunami ini, anggota tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari titik keberadaan mayat di Perumnas Bala Roa.

Mayat yang diketahui keberadaannya dalam keadaan tertimbun tanah, tampak diberi tanda bendera merah putih oleh petugas tim evakusi korban.



"Bendera merah putih yang ditancapkan di atas tanah, itu sebagai tanda ada mayat yang tertimbun (tanah) di dalamnya," kata salah satu anggota tim evakuasi, Ardy.

Ardy menyebutkan, hingga saat ini jumlah mayat yang sudah ditemukan dalam keadaan tertimbun tanah sebanyak 50-an.

"Sudah ada 50-an ini mayat yang ditemukan tertimbun tanah, semua sudah kita kasih tanda (bendera)," ujarnya.

Dikatakan, mayat yang tertimbun tanah tersebut belum bisa dievakuasi petugas. Hal itu dikarenakan pihak petugas terkendala alat berat untuk bisa mengevakuasi mayat para korban.

Tim SAR gabungan sudah berupaya mengevakuasi mayat yang tertimbun tanah dengan menggunakan alat seadanya, namun tetap kesulitan.
"Sebenarnya kita mau evakuasi ini, tapi terkendala alat berat. Keberadaan mayat lumayan dalam tertimbun tanah sehingga kita butuh alat berat untuk evakuasi mayat korban itu," ungkapnya.



Sejumlah alat berat yang ada saat ini digunakan di wilayah lain, yang juga menjadi titik pencarian mayat pasca bencana gempa dan tsunami.

"Di sini ada alat berat tapi digunakan bersihkan serpihan bangunan bagian pinggir. Beberapa alat berat lainnya digunakan di wilayah lokasi lain yang juga merupakan titik pencarian korban," katanya.

Kendati demikian, Ardy memastikan seluruh mayat yang ditemukan tertimbun tanah tersebut segera dievakuasi. "Kita tunggu dulu alat berat, kalau sudah ada pasti petugas secepatnya mengevakuasi para korban," katanya.

Ardy mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya tim SAR gabungan telah mengevakuasi 62 mayat di Perumnas Bala Roa.

"Pencarian korban dilakukan secara bergilir dan dilakukan pembagian petugas di beberapa titik wilayah gempa dan tsunami. Khusus di Perumnas Bala Roa ini sudah 62 mayat yang sudah kita evakuasi dalam waktu dua hari pasca gempa beberapa hari lalu," ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat (28/9/2018) petang, gempa yang disusul tsunami mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng).

Guncangan bermagnitudo 7,4 SR itu berdampak besar di wilayah Donggala, Palu dan Sigi, Sulteng. Akibatnya, sejumlah bangunan di tiga wilayah tersebut banyak yang roboh dan memakan ribuan korban

Entri yang Diunggulkan

Alhamdulilah, Istri Bupati Barru Sembuh dari Korona

Pasca menjalani isolasi mandiri selama 14 hari karena terkonfirmasi covid. Hj Hasnah Syam, Istri bupati Barru dinyatakan sembuh dari virus ...