Skip to main content

Dayango, Ritual Memanggil Ruh Leluhur

Hari menunjukkan pukul lima sore. Dua toyola; merah di laut dan putih di darat sudah terpasang sebagai pesan kepada roh leluhur, bahwa musibah melanda desa Limbatihu, sebuah kampung pesisir. Sabua dengan tiga ruangan hulanthe, buloe, dan tambati lo Wombuwasiap sebagai tempat ritual.
Hari itu, almanak Islam tepat tanggal satu Muharam,
“Buloe adalah ruangan pucuk pinang yang dibungkus dengan kain merah dan putih, hulante sebagai tempat sesajian, tambati lo Wombuwaadalah ruangan spesial bagi jurukunci atau Wombuwa dayango.” begitu Bulia atau pengatur sesajian, Warni Kasim menjelaskan.
Selepas magrib, semua persiapan dalam ritual dayango selesai dikerjakan, dua orang Hulubalang – berdasarkan petunjuk Wombuwa – ditempatkan pada masing-masing toyola merah penanda roh dari laut dan putih dari roh darat. Sebentar lagi, Hulubalang akan memanggil roh leluhur dengan mantra.

Di sabua, wombuwa duduk menabur dupa di atas totabu sembari menyanyikan mohumbungo berulang-ulang kali.
“Bismillah moloduo, lati to tau, totalimiyato opato”
Lalu empat sampai enam penari dalam sabua menunggu kemasukan roh, Wombuwa mulai lagi mohumbungo agar roh leluhur berpasangan dengan jasad penari.
“Tuhutai raja mela, hama hume-humela”
Sekejap sendi-sendi tubuh penari bergetar, mulai kerasukan. Mereka minta pinggo lo lunggongo merah atau putih dan mulai menari-nari dengan gerakan melompat-lompat. Daun woka di tangan kiri dan kanan, diayunkan kian kemari dalam ritme yang kadang beraturan dan kadang tidak, mengikuti tabuhan rebana yang dimainkan oleh orang yang juga kemasukan roh.
Ayam merah, ayam putih, nasi merah, nasi putih, bawang merah, bawang putih, kepingan uang,kunyit, telur, pucuk pinang dan sirih, terhidang sebagai sesajian roh leluhur. Ayam dibelah pahanya menghadap dari mana datangnya roh. Kemudian tilahuo disediakan pada baki yang beralaskan kain merah dan putih.
“Jika ada kerabat yang sakit dibawa ke tempat ritual berlangsung, diobati oleh penari. Wombuwa menyalakan dupa mengucapkan mantra dengan pucuk pinang yang basah dan memercikkan air di sekujur tubuh penderita sakit.” tutur masyarakat Limbatihu, Nemu Halidu.
Penari juga mengerumuni pasien, mengerahkan tenaga yang mereka peroleh dari roh dan menyalurkannya pada si sakit. Malam mulai larut, irama musik mengiringi gerakan tari dalam ritual dayango, terdiam serentak.
“Huuuuuuuu……….Olongio lolati londo Bolihutuo, Hutabongo, Tilongkabila, bisimillah momonggato anu mamohualingo ja potumeu lo’oingo.” Dengung sang Wombuwa mengantarkan roh leluhur kembali ke tempatnya.
“Tak hanya manusia yang terganggu, roh leluhur juga merasa. Penebangan pohon tangalo (mangrove) menyebabkan musibah bagi masyarakat di sini, roh yang menempati tempat tersebut akan marah” ucap Wombuwa Limbatihu, Hamrin Arsad.
Hamrin adalah Wombuwa ketujuh yang tetap memimpin ritual dayango di Desa Limbatihu, Kecamatan Paguyaman Pantai yang berada di pesisir pantai Teluk Tomini, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Dayango merupakan salah satu ritual menolak malapetaka. Walau tak ada bukti sejarah tertulis, sejak kapan dayango mulai dilakukan, namun semenjak nenek moyang mereka, Dayango diceritakan turun temurun. Menurut Hamrin, tradisi ini datang dari Potanga, Kota Gorontalo.
Woluwo ta mohunema ngongoto ba wolo (ada orang yang mengobati penyakit hanya dengan tarian ‘dayango’). Begitu tulis Mansoer Pateda dalam kamus bahasa Gorontalo-Indonesia. Dalam kamusnya dayango diartikan sejenis tarian dimana penari bisa menari di atas bara api yang dihubungkan dengan kekuatan gaib.
Berbeda dengan Wombuwa Limbatihu, dayango dijelaskan tak hanya ritual mengobati orang sakit(momuli),namun juga sebagai ritual untukmotolohuta yaitu menjaga kampung dari kemarahan roh leluhur dan ada istilahnya momiladu yaitu meminta hujan saat kemarau panjang melanda,sedang untuk menghentikan hujan yang menyebabkan banjir, Wombuwa menyebutnya bupu.
Pada 1981 silam, Limbatihu pernah mengalami musibah, banyak warga terkena wabah diare dan menyebabkan sepuluh orang meninggal, disusul pada tahun 1982, terjadi kemarau panjang sembilan bulan lamanya.
Dalam catatan Sustainable Coastal Livelihoods and Management (Susclam), sebuah program pengelolaan Teluk Tomini berkelanjutan, Limbatihu tercatat sebagai salah satu daerah Paguyaman Pantai yang kehilangan daratan pantai atau abrasi, akibat penyusutan luasan hutan bakau.
Di Limbatihu, abrasi menyebabkan air laut pasang dan mengenangi rumah warga, selama tiga-empat hari dalam sebulan(Kompas.com, Hutan Bakau Boalemo Menyusut, 27 Februari 2012) .
Hamrin berkata dalam ritual dayango, roh leluhur hanya sebagai perantara untuk menjaga kampung dari kerusakan. Intinya, ritual dayangobertujuan menjaga keseimbangan. Kalau hutan terus dibabat, oleh manusia, maka ini menyebabkan ketidakseimbangan.
Tapi banyak orang menganggap ritual ini sesat.
“Sebelum memanggil roh leluhur agar masuk dalam tubuh penari, saya menyebut bismillah pada awal mantra yang saya bacakan, karena semua membutuhkan ijin Allah, roh leluhur hanya sebagai perantara saja.” tutur Hamrin yang juga imam mesjid di kampungnya itu.
Catatan.
Toyola: bendera berwarna merah dan putih, sebagai pesan memanggil roh lehur.
Sabua: pondok
Hulubalang: Seseorang yang dipercaya melihat situasi desa jika ada musibah.
Totabu: tempat membakar kemenyan atau dupa.
Mohumbungo: mantra untuk memanggil dan memulangkan roh leluhur
Tilahuo : air dalam loyang
Pingo lo lunggongo: ikat kepala
Bismillah moloduo, lati to tau, totalimiyato opato”: Menyebut nama allah kami mengundang roh manusia totalumiyato opato.
Tuhutai raja mela, hama hume-humela”: Ikatlah raja merah, hama hume-humela
Huuuuuuuu……….Olongio lolati londo Bolihutuo, Hutabongo, Tilongkabila, bisimillah momonggato anu mamohualingo ja potumeu lo’oingo.” : Huuuuu Raja Roh leluhur dari Bolihutuo, Hutabongo, Tilongkabila, dengan menyebut nama allah keluarkanlah roh leluhur dalam tubuh, jika kembali janganlah membawa kemarahan.

Popular posts from this blog

Penggolongan Materi Secara Fisika: Padat, Cair, Gas | Fisika Kelas 7

Siapa sih di antara kamu yang nggak suka makan es krim? Rasanya yang manis dan lembut ini, pasti bikin banyak orang yang suka, ya. Apalagi kalo dimakannya pas siang hari yang terik. Beuuhh… segeerrr…!!! Kamu tau nggak, es krim ini termasuk ke dalam materi loh, dan materi itu terbagi menjadi tiga macam wujud. Wah, apa tuh materi? Nah, di artikel ini kita akan bahas pengertian materi serta macam-macam wujudnya. Yuk, langsung aja kita simak, ya! Apa itu Materi? Materi merupakan segala sesuatu (zat) yang menempati ruang dan memiliki massa. Maksudnya menempati ruang itu apa, sih? Artinya, materi ini memiliki volume. Sementara itu, maksud memiliki massa ini, artinya materi memiliki berat. Contohnya kayak es krim tadi, teman-teman. Es krim itu termasuk materi karena bisa kita masukkan ke dalam wadah (memiliki volume). Terus, kalo kita pegang es krimnya, pasti akan terasa beratnya. Yaaa… walaupun nggak berat-berat banget, sih. Hehehe… Sampai sini, kamu paham ya mengenai materi? Intinya, mat...

CERITA DEWASA ISTRIKU UNTUK SUAMINYA, AKU UNTUK ISTRINYA

Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...

Ogah Terlalu Lama Euforia Comeback Dramatis di Solo, Tomas Trucha Tatap Laga Hadapi Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie

PSM Makassar mulai mengalihkan fokus menuju laga berikutnya di ajang Super League setelah meraih kemenangan dramatis atas Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (29/11/2025) malam. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moril bagi skuad Juku Eja, namun tim diminta tidak larut dalam euforia karena jadwal padat sudah menanti. Berdasarkan evaluasi awal, tim pelatih menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi, terutama terkait konsistensi lini belakang. Kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan menjadi perhatian utama karena menunjukkan adanya celah yang harus segera diperbaiki. Meski begitu, kemampuan PSM untuk bangkit dan membalikkan keadaan tetap dianggap sebagai modal positif untuk pertandingan selanjutnya. Fokus klub saat ini juga tertuju pada pemulihan kondisi fisik pemain. Laga berintensitas tinggi melawan Persis membuat stamina para pemain terkuras, sehingga tim medis telah menyiapkan program pemulihan agar seluruh pemain kembali bugar sebelum pertanding...