Skip to main content

Tak Pasang Safety Belt, Sopir Protes Saat Kena Tilang

Ilustrasi.

Gara-gara tak pasang safety belt saat mengemudi, seorang sopir memprotes saat dirinya kena ditilang dalam operasi cipta kondisi yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Parepare di perbatasan Parepare-Sidrap pada Sabtu malam, 29 Agustus, lalu. Sopir tersebut diketahui warga Palopo bernama Radit yang mengemudikan roda empatnya menuju Makassar.  Dia mengaku kena tilang karena tidak memasang safety belt atau sabuk pengaman. 
"Saya tidak pake septy belt, sehingga saya kena denda tilang, apalagi saya buru-buru mau ke Makassar," ungkapnya. 
Dia menjelaskan, seharusnya dirinya tidak langsung dilakukan penindakan tilang hanya karena tidak memasang sabuk pengaman (safety belt), tapi ada tahap peringatan terlebih dahulu.  "Saya kira cuma ditilang peringatan saja, tapi  justru langsung dilakukan penindakan," bebernya. 
Kapolres Parepare, AKBP Alan G Abast yang dihubungi terpisah menegaskan, sesuai aturan bahwa penegakkan memang ada tahapan, tapi tentunya juga melihat kategori pelanggarannya. Kalau itu dianggap harus ditindak, maka itu dilakukan penindakan. "Tergantung kondisi pelanggaran yang dilakukan pengendara bersangkutan, ketika pelanggarannya memang urgen, maka itu sudah harus dilakukan penindakan. Untuk tekhnisnya bisa dikoordinasikan  dengan Kasat Lantas," jelas Kapolres. 
Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Bagas S Aji mengatakan, pihaknya tidak perlu lagi melakukan sosialisasi, karena undang-undang ini sendiri sudah di tetapkan sejak 2010. "Regulasinya sudah lama muncul dan sudah dilakukan sosialisasi terhadap pengendara,  makanya sudah seharusnya kami tindak, sehingga tidak perlu lagi kami lakukan sosialisasi," tegasnya.
Dia mengaku, pihaknya dalam menegakkan aturan  tidak ada toleransi di dalamnya. Bahkan , bahkan  ia secara tegas  tetap dalam menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kita kan melakukan penegakan hukum, sesuai dengan undang-undang yang ada. Kalau dikatakan melanggar, tidak ada toleransi, makanya kita tetap tindak," tandasnya.

Popular posts from this blog

CERITA DEWASA ISTRIKU UNTUK SUAMINYA, AKU UNTUK ISTRINYA

Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...

Ogah Terlalu Lama Euforia Comeback Dramatis di Solo, Tomas Trucha Tatap Laga Hadapi Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie

PSM Makassar mulai mengalihkan fokus menuju laga berikutnya di ajang Super League setelah meraih kemenangan dramatis atas Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (29/11/2025) malam. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moril bagi skuad Juku Eja, namun tim diminta tidak larut dalam euforia karena jadwal padat sudah menanti. Berdasarkan evaluasi awal, tim pelatih menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi, terutama terkait konsistensi lini belakang. Kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan menjadi perhatian utama karena menunjukkan adanya celah yang harus segera diperbaiki. Meski begitu, kemampuan PSM untuk bangkit dan membalikkan keadaan tetap dianggap sebagai modal positif untuk pertandingan selanjutnya. Fokus klub saat ini juga tertuju pada pemulihan kondisi fisik pemain. Laga berintensitas tinggi melawan Persis membuat stamina para pemain terkuras, sehingga tim medis telah menyiapkan program pemulihan agar seluruh pemain kembali bugar sebelum pertanding...

Nikmatnya Tubuh Mamaku

Sudah lama aku menyimpan hubunganku dengan kakak tiriku. Mbak Afif sangat menikmati setiap permainan seks yang kami lakukan. Kami melakukannya tanpa sepengetahuan ibuku. Tujuanku sebenarnya adalah untuk menghukum ibu yang sudah berbuat tidak adil terhadap mbak Afif. Dan kesempatan itupun tiba. Aku saat ini sudah SMA. Dan mbak Afif juga badannya makin dewasa. Dadanya makin montok dan tubuhnya makin seksi. Yang aku heran adalah aku selalu menyemprotkan maniku ke dalam rahimnya, tapi sampai sekarang ia tak hamil-hamil, padahal aku berharap ia hamil, dan dari hasil hubunganku itu bisa menyelamatkan mbak Afif dari deritanya, tapi ternyata tidak begitu. Aku berhubungan dengan mbak Afif tidak setiap hari, sebab kami masih sekolah dan ada orang tua kami di rumah. Aku melakukan kalau sempat aja, tapi setiap permainan kami makin hot. Hari itu adalah aku masih di kelas 1 SMA. Pulang dari sekolah, aku hanya mendapati mbak Afif yang ternyata juga baru saja pulang. Aku langsung masuk ke kamarnya...