Skip to main content

Bintang untuk Nayah

(Ilustrasi: Feri Usmawan/Okezone)

Suara penyiarnya merdu sekali: “Musik indie menggeliat di Kota Pempek Palembang. Komunitas musik ini menandai kiprahnya dengan memproduksi karya-karya mereka sendiri tanpa tergantung pada perusahaan rekaman. Salah satu grup band bernama Ahiikoko punya pengalaman seram. Mereka merekam singel berjudul Moksa.”
 
Nayah muncul di layar berita. Rias make-up mencantikkan wajah bujur telurnya. Intonasi suara mendayu-dayu itu jelas terdengar di telinga. Tak ada tekanan berlebih pada kata kerja seperti yang sering jadi titik lemah pembawa acara baru.
 
Adegan beralih ke potongan gambar yang di-shooting kameraman. Sumber beritanya memberi penjelasan dari tepi jalan ramai. “Rekamannya dilakukan di studio Joni di kawasan Kertapati. Waktu selesai rekaman, eh di belakang suara vokal penyanyi, ada suara lain yang membuat teman-teman merinding,” cerita Botok, pemain bas Ahiikoko, yang identitasnya terbaca melalui credit tittle dalam gambar di layar.
 
Lalu muncul seorang perempuan berbusana dan berdandan aneh. Sosok itu terdiri dari rok mini, hem motif kotak lengan pendek, lipstik, maskara, eye-shadow, gelang besar di pergelangan tangan kiri, kalung rantai besar juga terjuntai di leher. Semuanya senada dengan pigmen kulitnya: serba hitam. Melihat perempuan itu, aku jadi teringat malam Jumat di tengah kuburan.
 
Nayah berbicara di latar belakang. Hanya berupa suaranya saja. Lantaran gambar terus menyorot si perempuan hitam. “Sementara Hilda Gothik, penyanyi latar lagu itu, membenarkan pendapat Botok. Selain mereka berdua, proses rekaman melibatkan Awang pada vokal, Pandu pada gitar, Paul pada biola, dan Sitol pada drum.”
 
 
Kehitaman itu rupanya punya nama. Seram juga. “Menurut Botok, entah itu suara apa, bunyinya halus,” kata si penyiar, Nayah, lagi.
 
Gambar kembali menampilkan Botok. Lelaki itu tampak kurus kurang makan dan bermata sayu mungkin kurang tidur. Yang berkomentar, “Seperti lagu yang dinyanyikan ulang dengan lirik terbalik, mulai dari belakang.”
 
Di studio, pengarah acara memindahkan sudut pandang. Kamera bergerak leluasa di sekujur wajah Nayah.
 
“Cerita menyeramkan itu tak mengurungkan niat Botok dan kawan-kawan merekam lagunya. Meski mereka berlima ketakutan, tapi singel Moksa akhirnya rampung juga. Kini, lagu itu terpajang di situs pertemanan Ahiikoko.”
 
Siaran berakhir.
 
Aku mencari tali gantungan.
«««
 
KUKAITKAN tali itu hingga menjuntai tergantung ke palang kayu. Setelah itu kutaruh kursi di bawahnya. Sementara di ambang jendela kamarku, muncul bayangan segitiga puncak gunung yang berwarna amat kelabu. Kelabunya hatiku, lalu berubah hitam. Beban ini sungguh berat!
 
“Aku mengenalmu sebagai seniman. Mana karyamu? Jangan mencuri ide orang lain! Apa kau sudah gila, melanggar etika?!” suara Mas Budi terngiang di ubun-ubun. Kurator galeri itu marah-marah lantaran ulah jahilku. Aku mencuri ide lukisan Leonardo da Vinci. Kulukis senyum misterius seorang wanita.
 
Padahal aku membayangkan Nayah. Tapi yang tampil di kanvasku, malah sosok Monalisa.
 
Aku mengangkat kursi. Menggenjot tubuhku ke atasnya, lalu berdiri di sana. Kuambil tali terjuntai. Menyimpulnya seperti lasso. Kukalungi tali itu ke leher. Tali terikat membekap leherku, kuat-kuat. Mataku terpejam. Diayun bayang terakhir Nayah yang bermain di pelupuknya.
 
Tombol handphone kupencet. Nomor telepon Nayah tersambung. Kami berbincang saling menanyakan kabar. Sudah lama nian sejak malam Jumat itu dulu. Sebelum dia jadi bintang televisi…
 
Gadis itu menyimpan taman di hatinya di mana ingin ditabur bunga. Tapi matahari tak bersinar, kembangku layu sebelum berbunga. Berkerumun bintang-bintang di atas kepala.
 
Nayah begitu manis. Hidupku terlalu pahit…
 
 
Ia sudah kuhubungi. Si cantik berjanji datang ke rumahku membawa kamera. Sambil tak lupa bertanya, “Berita heboh apa sih?” “Ini kejutan. Bukan surprise lagi kalau sekarang aku ngomong. Kamu mau datang, ‘kan?”
 
“Ya, pasti! Oh, liputan pertamaku. Selalu nikmat jadi yang pertama,” bibir renyahnya menutup telepon.
 
Tak terbayangkan nanti jika sorot kameranya mencapai tubuhku. Kuharap dia tidak terkejut. Aku mulai bernyanyi. Tapi lirik lagunya terbalik. Nyanyiku mendesir sampai jauh. Seandainya dia tahu, bibirku inilah yang mengiringi vokal penyanyi. Melantunkan lirik terbalik itu. Entah apa jadinya…
 
Sudah kutulis puisi untuk Nayah. Kertasnya kutaruh di atas meja. Tulisan terakhirku mungkin.
 
aku ingin jadi satelit
seperti bulan kepada bumi,
hanya untukmu, Nayah
 
KURSI kutendang. Rohku segera tercekat seolah mencelat terbang.
Jiwaku langsung terkatung bergantung seperti melayang di awang-awang. Kesadaran terasa menjauh. Jauh tinggi, ke tempat tak kasat mata itu berada.
 
Sekarang ada sebuah lubang hitam. Ragaku memasukinya. Di antara langit dan bumi, aku jadi bintang. Bintang terbelah, langit pun pecah. Tak bisa keluar lagi sebab tak mungkin.

Popular posts from this blog

Penggolongan Materi Secara Fisika: Padat, Cair, Gas | Fisika Kelas 7

Siapa sih di antara kamu yang nggak suka makan es krim? Rasanya yang manis dan lembut ini, pasti bikin banyak orang yang suka, ya. Apalagi kalo dimakannya pas siang hari yang terik. Beuuhh… segeerrr…!!! Kamu tau nggak, es krim ini termasuk ke dalam materi loh, dan materi itu terbagi menjadi tiga macam wujud. Wah, apa tuh materi? Nah, di artikel ini kita akan bahas pengertian materi serta macam-macam wujudnya. Yuk, langsung aja kita simak, ya! Apa itu Materi? Materi merupakan segala sesuatu (zat) yang menempati ruang dan memiliki massa. Maksudnya menempati ruang itu apa, sih? Artinya, materi ini memiliki volume. Sementara itu, maksud memiliki massa ini, artinya materi memiliki berat. Contohnya kayak es krim tadi, teman-teman. Es krim itu termasuk materi karena bisa kita masukkan ke dalam wadah (memiliki volume). Terus, kalo kita pegang es krimnya, pasti akan terasa beratnya. Yaaa… walaupun nggak berat-berat banget, sih. Hehehe… Sampai sini, kamu paham ya mengenai materi? Intinya, mat...

CERITA DEWASA ISTRIKU UNTUK SUAMINYA, AKU UNTUK ISTRINYA

Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...

Ogah Terlalu Lama Euforia Comeback Dramatis di Solo, Tomas Trucha Tatap Laga Hadapi Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie

PSM Makassar mulai mengalihkan fokus menuju laga berikutnya di ajang Super League setelah meraih kemenangan dramatis atas Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (29/11/2025) malam. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moril bagi skuad Juku Eja, namun tim diminta tidak larut dalam euforia karena jadwal padat sudah menanti. Berdasarkan evaluasi awal, tim pelatih menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi, terutama terkait konsistensi lini belakang. Kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan menjadi perhatian utama karena menunjukkan adanya celah yang harus segera diperbaiki. Meski begitu, kemampuan PSM untuk bangkit dan membalikkan keadaan tetap dianggap sebagai modal positif untuk pertandingan selanjutnya. Fokus klub saat ini juga tertuju pada pemulihan kondisi fisik pemain. Laga berintensitas tinggi melawan Persis membuat stamina para pemain terkuras, sehingga tim medis telah menyiapkan program pemulihan agar seluruh pemain kembali bugar sebelum pertanding...