Penyelidikan sementara polisi menemukan fakta ada pria inisial D yang menginap bersama korban Dosen Untag Dwinanda Linchia Levi sebelum tewas di kamar hotel di Semarang.
Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, menyebut korban Dwinanda Levi tidak sendirian di kamar kos hotel (kostel) pada malam kejadian sebelum korban ditemukan tewas.
“Korban menginap dengan seorang laki-laki. Inisialnya D, usia 35 tahun. Dia berdua dengan seseorang. Mereka satu kamar, sama laki-laki,” ujar Nasoir kepada wartawan, Selasa (18/11/2025).
Sementara itu, manajemen kostel menyebut aktivitas korban meningkat dua bulan terakhir. Dwinanda Linchia Levi tercatat beberapa kali menginap, meski bukan penghuni tetap.
Dalam kasus ini, riwayat kesehatan korban turut menjadi sorotan. Beberapa hari sebelum meninggal, Dwinanda Linchia Levi sempat berobat karena tekanan darah tinggi hingga 190 dan kadar gula mencapai 600.
Sebelumnya, AKBP Basuki (56) perwira Ditsamapta Polda Jateng membantah punya hubungan asmara dengan korban Dwinanda Linchia Levi Kusumawardhani (35) yang tewas di kamar hotel di Semarang.
Kematian korban pertama kali dilaporkan AKBP Basuki.
Di dalam kamar, polisi mendapati AKBP Basuki. Basuki mengaku sedang mendampingi Levi karena kondisinya yang disebut menurun sejak sehari sebelumnya.
Basuki menyebut Levi sudah lama bermasalah dengan tekanan darah dan kadar gula tinggi. Menurutnya, Levi sempat muntah-muntah pada Minggu sore
Dia lalu mengantar Levi ke rumah sakit lebih dulu. Terakhir dia melihat, Levi masih memakai kaus biru-kuning dan celana training saat mengantar ke rumah sakit ini.
Dia mengaku terkejut saat mendapati Levi tergeletak tanpa busana keesokan harinya di kamar korban di hotel tersebut.
AKBP Basuki menyatakan tidak ada hubungan asmara dengan korban Dwinanda Levi, dan mengaku mengenal Levi hanya karena rasa simpati sejak orang tua Levi meninggal.
“Saya sudah tua. Tidak ada hubungan seperti yang orang pikirkan,” katanya.
Ribuan guru bersiap menyambut kabar gembira. Pencairan Tunjangan Profesi Guru TPG plus THR dan gaji ke-13 2025 kemungkinan besar akan digulirkan menjelang akhir tahun. Kendati belum ada pernyataan resmi tanggal pasti dari pemerintah. Analisis terhadap pola pencairan tahun lalu membuat banyak pihak mulai memprediksi periode yang paling mungkin. Dari kumpulan bukti digital dan informasi regulasi terbaru. Ada salah satu estimasi yang terus mencuat.Artikel ini merangkum sekaligus menjawab kapan tepatnya para guru sertifikasi bisa berharap uang THR serta gaji tambahan mereka masuk rekening. Sebelum masuk ke poin detail.Berikut tiga aspek utama yang perlu diketahui: 1. Regulasi dan petunjuk teknis yang menjadi dasar. 2. Riwayat pencairan 2024 sebagai pola waktu ideal. 3. Estimasi 2025 dan imbauan untuk guru sertifikasi. Regulasi dan Petunjuk Teknis yang Menjadi Dasar Pada tahun 2025 hak pencairan tunjangan tambahan untuk guru sertifikasi termasuk THR dan gaji ke-13 ditegaskan mela...
