Palti Hutabarat Ungkit Kepemilikan Bandara Ilegal di Morowali: Milik China, Semua Pegawainya dari China
Polemik keberadaan bandara ilegal di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, kembali mencuat dan memantik reaksi publik.
Salah satu suara kritis datang dari aktivis sosial, Palti Hutabarat. Ia kembali blak-blakan mengenai temuan Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin itu.
Ia menyinggung dugaan keterlibatan pihak asing dalam pengoperasian bandara tersebut.
Dikatakan Palti, fasilitas penerbangan yang menjadi kontroversi itu dikuasai oleh pihak China, termasuk para pekerjanya.
“Bandara yang terletak di Morowali, Sulawesi ini milik China. Semua staf dan para pegawainya dari China,” ujar Palti di X @PaltiWest (26/11/2025).
Palti kemudian mendorong Sjafrie Sjamsoeddin untuk mengambil langkah tegas terkait temuan yang sebelumnya diutarakan Sjafrie mengenai bandara zonder izin yang telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu.
“Pak Sjafrie Gas Pak! Mudah-mudahan Pak Prabowo dan Pak Sjafrie ga takut karena ada pengaruh Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan di situ,” tandasnya.
Sebelumnya, Faizal Assegaf, ikut memberikan komentarnya terkait bandara ilegal yang diungkap Menhan, Sjafri Sjarifuddin, di Morowali.
Dikatakan Faizal, ada sesuatu yang aneh.
Sebab, delapan bulan lalu, KSAD TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Kodim 1311/Morowali di Kabupaten Morowali.
Dikatakan Faizal, sepulang dari Morowali, Maruli tidak membawa kabar seperti yang disampaikan Sjafri baru-baru ini.
Sebuah bandara ilegal yang belakangan diketahui telah beroperasi sejak 2019 lalu pada masa pemerintahan Jokowi.
Asumsi liar pun mendadak bermunculan. Tidak sedikit yang menduga bahwa ada perbedaan misi atau kepentingan antara Sjafri dan Maruli.
"Mungkin ada silang kepentingan kedua pihak," ujar Faizal di X @faizalaasegaf (26/11/2025).
Jika dugaannya benar, kata Faizal, maka ia menegaskan bahwa itu merupakan sinyal bahaya dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
"Kalau demikian sangat berbahaya, sebab kedua tokoh berada di lingkar inti kekuasaan. Berpotensi menyulut ketegangan serius," sebutnya.
Aktivis 98 ini bilang, bukan hanya perihal ijazah yang dicurigai palsu. Namun juga para elite di lingkaran kekuasaan.
"Bukan hanya ijazah yang palsu, perilaku elite juga penuh kepalsuan," tandasnya.
