Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) gelar demonstrasi, Sabtu (11/10/2025).
Aksi unjuk rasa itu berlangsung di halaman kampus UMSi, Jl Teuku Umar, Kelurahan Biringgere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Pantauan Tribun-Timur.com, demonstrasi tuntut adili pelaku pelecehan seksual ini berlangsung mulai pukul 10:20 Wita.
Massa aksi unjuk rasa berorasi secara bergantian.
Mereka juga membawa sejumlah spanduk bertuliskan “lengserkan rektor UMSi”, “adili pelaku pelecehan seksual”, dan “dosen cabul dipelihara”.
Tampak puluhan personel kepolisian mengawal demonstrasi itu dari luar kampus
Puluhan Personel Kepolisian berdiri di depan kampus, Jl Teuku Umar.
Ketua BEM UMSi, Muh Mahdi menilai Kampus gagal menangani kasus dugaan pelecehan yang terjadi di UMSi yang dilakukan oleh oknum Dosen.
Oknum dosen yang diduga melakukan tindakan pelecehan itu disanksi skorsing satu tahun.
“Kami menuntut agar pelaku dipecat,” kata Muh Mahdi dalam orasinya.
Menurutnya sanksi skorsing terhadap terduga pelaku itu sangat ringan.
“Harusnya dipecat agar tidak ada tindakan seperti ini terjadi ke depannya,” ujarnya.
Massa aksi juga menyoroti lemahnya transparansi dan akuntabilitas pihak kampus dalam pengelolaan keuangan dan kebijakan internal.
“Keterbukaan informasi adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan mahasiswa terhadap institusi,” katanya.
Massa aksi sempat ditemui oleh Kepala Biro Kemahasiswaan UMSi, Zulkifli.
Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...
