IPA merupakan salah satu Mata Pelajaran yang mempunyai ruang lingkup sangat luas. Di dalam IPA dipelajari tentang sesuatu yang berhubungan dengan alam, benda dan makhluk hidup. Misalnya alam semesta yang terdiri dari planet-planet, bintang-bintang, galaksi-galaksi, ruang antargalaksi termasuk semua materi dan energi. Juga lingkungan yang di dalamnya terdiri atas komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik terdiri atas benda tak hidup, sedangkan komponen biotik tersusun dari makhluk hidup.
Metode pembelajaran IPA juga banyak variasinya. Di antaranya adalah dengan ceramah, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, pemberian tugas, demonstrasi, eksperimen, simulasi, inkuiri, dan pengajaran unit. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran IPA tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja, tetapi bisa dilakukan di laboratorium maupun di luar kelas.
Pada kesempatan kali ini, materi yang akan dipelajari adalah mengenai Ekosistem yang terdapat pada Bab 2 kelas VII Semester II yang berjudul “Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan.“ Ekosistem dibedakan menjadi dua kelompok yaitu ekosistem darat dan ekosistem air. Ekosistem darat meliputi hutan, gurun, sawah, padang rumput dan sebagainya. Sedangkan ekosistem air meliputi sungai, danau, rawa, laut dan sebagainya.
Dalam mempelajari tentang ekosistem ini, siswa penulis ajak untuk belajar di luar kelas yang dilakukan di sebuah kebun dengan tujuan untuk mengamati komponen-komponen penyusun ekosistem yang terdiri atas komponen abiotik dan komponen biotik. Sebelum keluar dari ruang kelas siswa, penulis bagi siswa menjadi 5 kelompok. Dalam setiap kelompok masing-masing terdiri atas 6 sampai 7 siswa. Satu siswa berperan sebagai ketua kelompok, satu siswa sebagai sekretaris kemudian yang lainnya adalah sebagai anggota.
Pada tahap persiapan, masing-masing kelompok penulis beri lembar pengamatan berikut soal test yang sesuai dengan indikator, tujuan dan materi pembelajaran. Kemudian penulis memberikan motivasi, apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kemudian siswa penulis persilakan keluar dari ruang kelas menuju ke kebun yang sudah ditentukan untuk melakukan observasi. Selanjutnya masing masing kelompok mencari tempat yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pengamatan. Dari 5 kelompok tersebut, 4 kelompok memilih di empat sudut kebun, kemudian yang satu kelompok memilih di bagian tengah kebun. Dalam melakukan kegiatan tersebut, siswa terlihat sangat giat dan antusias untuk mencari objek, baik yang berupa komponen abiotik maupun komponen biotik. Komponen tersebut terdiri atas nama objek, jumlah maupun golongannya (termasuk abiotik atau biotik). Mereka mengamati dengan cara berjalan kesana-kemari, menunjuk atau memegang objek sekaligus menghitung jumlahnya, kemudian mendiskusikannya dengan teman sekelompoknya. Kemudian sekretaris mencatat hasilnya untuk dimasukkan ke lembar kerja yang digunakan sebagai laporan hasil kerja kelompok. Setelah selesai melakukan kegiatan, siswa kembali masuk ke kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Semua kelompok menyampaikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Setelah semua kelompok tampil, kemudian hasilnya dirangkum sebagai berikut, dalam kebun tersebut terdapat komponen abiotik berupa batu, tanah, pasir, unsur hara, nitrogen, kotoran hewan, air, udara, cahaya dan angin. Sedangkan komponen biotiknya terdiri atas belalang, capung, rumput, ulat, laba-laba, cacing, lebah, kupu-kupu, semut dan tanaman sayur. Kemudian untuk mengetahui kekurangan dalam pembelajaran dan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran, perlu dilakukan dengan cara refleksi.
Ribuan guru bersiap menyambut kabar gembira. Pencairan Tunjangan Profesi Guru TPG plus THR dan gaji ke-13 2025 kemungkinan besar akan digulirkan menjelang akhir tahun. Kendati belum ada pernyataan resmi tanggal pasti dari pemerintah. Analisis terhadap pola pencairan tahun lalu membuat banyak pihak mulai memprediksi periode yang paling mungkin. Dari kumpulan bukti digital dan informasi regulasi terbaru. Ada salah satu estimasi yang terus mencuat.Artikel ini merangkum sekaligus menjawab kapan tepatnya para guru sertifikasi bisa berharap uang THR serta gaji tambahan mereka masuk rekening. Sebelum masuk ke poin detail.Berikut tiga aspek utama yang perlu diketahui: 1. Regulasi dan petunjuk teknis yang menjadi dasar. 2. Riwayat pencairan 2024 sebagai pola waktu ideal. 3. Estimasi 2025 dan imbauan untuk guru sertifikasi. Regulasi dan Petunjuk Teknis yang Menjadi Dasar Pada tahun 2025 hak pencairan tunjangan tambahan untuk guru sertifikasi termasuk THR dan gaji ke-13 ditegaskan mela...

