Skip to main content

Inilah Cuplikan Video Dimas Kanjeng Saat Menggandakan Uang

Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi semakin ramai diberitakan media massa.

Sebab pria yang mendapat gelar Raja Probolinggo dan mampu menggandakan uang itu kini mendekam sel Polda Jatim, atas dugaan otak pembununuhan terhadap dua mantan pengikut setianya.

Bagaimana pria berbadan tambun ini bisa menggandakan uang sehingga memiliki ribuan pengikut setia dari seluruh Indonesia yang disebut santri di padepokannya, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur?

Ada satu cuplikan video menjadi viral di Youtube yakni tayangan Dimas Kanjeng saat memperagakan menggandakan uang. Video ini dipublikasikan dengan akun dimas kanjeng. (Lihat video di atas)

Dan ada pesan yang disampaikan yakni:

Assalamualaikum wb, Tak ada kata tidak mungkin di dunia ini. Selama masih ada lafad "kunfaya Kun" terjadilah maka terjadilah. Maka dari itu jangan pernah putus asa bagi Anda yg mengalami kebangkrutan.

Sudah saatnya Anda maju, sukses, dan berjaya.
Dengan perantara KANJENG DIMAS TAAT PRIBADI Anda bisa membangun usaha Anda kembali dan bisa melunasi segala hutang Anda.
Hubungi : +62822 602 17***. Buktikan dan nyatakan sendiri, mari ritual bersama. Untuk kesuksesan Anda.

Bersama guru besar KANJENG DIMAS TAAT PRIBADI.
dalam jangka 24.jam nasib Anda akan berubah.

Wassalam.

Dalam tayangan itu Dimas Kanjeng menggenakan peci hitam dan jubah putih. Kemudian duduk di kursi kayu.

Selama beberapa menit kedua tangannya diletakan di balik badannya sambil bergerak-gerak. Setelah gerakan pertama belum ada keluar uang dari tangannya.

Gerakan kedua tangan dari balik badan, segepok uang pecahan Rp 100 ribu berada di tangannya.

Dimas Taat Pribadi kemudian melempar uang di hadapannya. Tidak hanya uang rupiah saja. Mata uang asing Dollar juga dikeluarkan dengan ratusan lembar. Selain itu uang kertas Euro juga dikeluarkan dari balik badannya.

Kinas Dimas Kanjeng ramai diberitakan tersangkut kasus pemnbunuhan.

Kini, terungkap fakta bahwa Dimas Kanjeng merupakan tersangka dalang pembantaian terhadap dua anak buahnya: Abdul Gani dan Ismail.

Abdul Gani yang dibunuh oleh 'sultan' bentukan tersangka Dimas Kanjeng, ternyata saksi kunci seorang profesor yang lapor ke Mabes Polri atas dugaan penipuan penggandaan uang.

Abdul Gani yang juga juragan batu mulia itu adalah pengepul uang yang akan digandakan ke tersangka.

Ada dugaan, penyerahan uang milik dari si profesor melalui Abdul Gani korban. Itu sebabnya, penyidik Bareskrim Mabes Polri juga memanggil Abdul Gani sebagai saksi.

Namun sehari sebelum berangkat ke Mabes Polri untuk memenuhi panggilan atas laporan itu, Abdul Gani asal Probolinggo dipanggil Dimas Kanjeng melalui kaki tangannya untuk datang ke padepokan tersangka.

Lokasinya di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Begitu korban datang langsung disambut dan dibawa ke padepokan.

Ia mau datang karena dijanjikan uang Rp 20 miliar. Setelah sampai di padepokan, korban langsung dibantai oleh beberapa anak buah Dimas Kanjeng.

Korban Abdul Gani juga dikeroyok dan lehernya dijerat dengan tali. Ia tewas di area padepokan.

Mayat korban lantas dinaikkan mobil dan dibawa ke Wonogiri, Jateng pada malam hari untuk dibuang.

Korban dibuang di bawah jembatan daerah Wonogiri dan nyaris tak terlihat oleh warga.

Setelah pihak kepolisian setempat mendapat laporan ada penemuan mayat, Polda Jateng ikut turun tangan.

Setelah diidentifikasi, mayat dengan kondisi leher dijerat dan luka di beberapa bagian tubuh, sama dengan yang ditemukan di Situbondo, Jatim.

Dari koordinasi yang dilakukan diduga ada kesamaan pelakunya.

"Abdul Gani datang ke padepokan setelah dijanjikan uang oleh tersangka. Tapi setelah datang justru dibunuh oleh para sultan," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Argo Yuwono, Sabtu (24/9/2016).

Begitu pula Ismail Hidayah asal Situbondo. Sebelum dihabisi para sultan (pengepul uang) tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ternyata diculik dari rumahnya pada tengah malam.

Ia dihajar habis-habisan oleh delapan orang di sebuah jalan areal persawahan hingga tewas dijerat dengan tali.

Ketika penganiayaan berlangsung, Ismail yang juga menguasai ilmu bela diri berusaha melawan.

Namun upaya yang dilakukan korban sia-sia karena saat korban diserang dari depan oleh beberapa orang, dari belakang lehernya langsung dijerat dengan tali.

Dalam kondisi terjatuh, korban Ismail langsung diinjak-injak dan jeratan di leher ditekan makin kuat. Korban yang sudah tewas di TKP, dibawa pelaku menggunakan mobil.

Mayat korban dikubur di sekitar hutan di Tegalsrono, Probolinggo dan setelah beberapa hari baru ditemukan warga setelah makamnya dieker-eker anjing.

"Yang jelas Ditreskrimum Polda Jatim terus bekerja untuk menguak pembunuhan dua korban ini," kata Kombes Argo.

Dalam penanganan perkara pembunuhan uang diotaki Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Polda Jatim membentuk dua tim.

Tim pertama khusus menangani pembunuhan yakni Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan tim kedua, dari Subdit Uang Palsu (Upal) dan TPPU Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Dalam tim ini, Bidang Propam Polda Jatim juga dilibatkan dan tim ini di bawah naungan Ditreskrimum," tandas Argo Yuwono.

Perwira tiga melati di pundak, menegaskan tim Upal dan TPPU akan mencari uang palsu yang ada di padepokan. Karena jumlah uang sangat banyak sehingga harus dipilah untuk menentukannya.

"Alat yang ada semuanya siap dan Selasa (27/9/2016) dilakukan rekonstruksi pembunuhan," jelasnya.

Pascapenangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus diperiksa penyidik untuk mengungkap pembunuhan berantai ini. Karena pembunuhan yang diotaki tersangka Dimas Kanjeng, kedok padepokannya takut terbongkor.

Mengingat jumlah orang yang menaruh uang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji sudah mendapat informasi jika uang milik tersangka Dimas Kanjeng dititipkan pada seseorang di Jakarta. Jumlahnya mencapai Rp 1 triliun yang kini terus diselidiki penyidik.

Popular posts from this blog

Bocoran Terbaru! Kapan TPG THR dan Gaji 13 Guru Sertifikasi Cair di 2025? Simak Prediksinya!

Ribuan guru bersiap menyambut kabar gembira. Pencairan Tunjangan Profesi Guru TPG plus THR dan gaji ke-13 2025 kemungkinan besar akan digulirkan menjelang akhir tahun. Kendati belum ada pernyataan resmi tanggal pasti dari pemerintah. Analisis terhadap pola pencairan tahun lalu membuat banyak pihak mulai memprediksi periode yang paling mungkin. Dari kumpulan bukti digital dan informasi regulasi terbaru. Ada salah satu estimasi yang terus mencuat.Artikel ini merangkum sekaligus menjawab kapan tepatnya para guru sertifikasi bisa berharap uang THR serta gaji tambahan mereka masuk rekening. Sebelum masuk ke poin detail.Berikut tiga aspek utama yang perlu diketahui: 1. Regulasi dan petunjuk teknis yang menjadi dasar. 2. Riwayat pencairan 2024 sebagai pola waktu ideal. 3. Estimasi 2025 dan imbauan untuk guru sertifikasi. Regulasi dan Petunjuk Teknis yang Menjadi Dasar Pada tahun 2025 hak pencairan tunjangan tambahan untuk guru sertifikasi termasuk THR dan gaji ke-13 ditegaskan mela...

Penggolongan Materi Secara Fisika: Padat, Cair, Gas | Fisika Kelas 7

Siapa sih di antara kamu yang nggak suka makan es krim? Rasanya yang manis dan lembut ini, pasti bikin banyak orang yang suka, ya. Apalagi kalo dimakannya pas siang hari yang terik. Beuuhh… segeerrr…!!! Kamu tau nggak, es krim ini termasuk ke dalam materi loh, dan materi itu terbagi menjadi tiga macam wujud. Wah, apa tuh materi? Nah, di artikel ini kita akan bahas pengertian materi serta macam-macam wujudnya. Yuk, langsung aja kita simak, ya! Apa itu Materi? Materi merupakan segala sesuatu (zat) yang menempati ruang dan memiliki massa. Maksudnya menempati ruang itu apa, sih? Artinya, materi ini memiliki volume. Sementara itu, maksud memiliki massa ini, artinya materi memiliki berat. Contohnya kayak es krim tadi, teman-teman. Es krim itu termasuk materi karena bisa kita masukkan ke dalam wadah (memiliki volume). Terus, kalo kita pegang es krimnya, pasti akan terasa beratnya. Yaaa… walaupun nggak berat-berat banget, sih. Hehehe… Sampai sini, kamu paham ya mengenai materi? Intinya, mat...

Bermain dengan 10 Pemain, Kemenangan Beruntun PSM Terhenti, Harus Puas Berbagi Poin dengan Persebaya

PSM Makasar harus puas berbagi poin dengan Persebaya Surabaya di laga tunda pekan keempat Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Sabtu (6/12/2025) malam ini berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Gol PSM Makassar lahir di menit kedelapan melalui backheel cantik dari Savio Roberto.