PSM Makassar yang kembali terkena sanksi FIFA, Direktur Utama (Dirut) Sadikin Aksa memberi komentar. Sadikin Aksa mengaku dirinya tidak mau ambil pusing terkait sanksi yang saat ini didapatkan PSM.
Mengingat untuk saat ini, PSM Makassar sendiri juga tidak bisa melakukan aktivitas transfer karena berjalannya kompetisi. Adapun untuk yang baru untuk PSM tertuang di laman resmi FIFA yang mulai berlaku pada 8 Oktober 2025. Ini membuat tim berjuluk Juku Eja dilarang melakukan transfer pemain selama tiga periode.
Sadikin Aksa mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini, apalagi sanksi dari FIFA. Meski berat, namun pihaknya tetap berusaha menyelesaikan masalah tersebut meski waktunya cukup mepet.
“Soal sanksi, berapa kali PSM sering disanksi FIFA, sering toh? Selesai ngak masanya? Kita disanksi itu tidak bisa transfer, sekarang saja kita tidak bisa transfer. Jadi buat apa kita pusingi,” kata Sadikin.
Dirut PSM itu mengaku saat ini dirinya hanya fokus mengutamakan kemajuan tim ketimbang sanksi FIFA. Pasalnya, sanski dari induk federasi sepakbola dunia itu normal terjadi dan menimpa banyak klub dan bukan cuma di Indonesia. Terutama masalah keuangan klub hingga ada laporan dari pemain atau pelatih ke FIFA terkait masalah gaji.
“Sanksi FIFA normal, hampir semua pernah kena, masalah keuangan itu hampir semua kena. Saya juga tahu dari liga (Indonesia) juga ada. Tapi buat saya itu permasalahan masing-masing,” jelasnya.
Terkait masalah ini, ia dengan tegas mengaku dan berkomitmen tetap akan menyelesaikannya. “Sanksi FIFA ok. Kita ada waktunya menyelesaikan pada saat kita mau lakukan transfer. Gitu aja. Kita ngak mungkin lakukan transfer kalau masih ada sanksi,” pungkasnya
Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...
