Seorang warga asal Kotabaru, Kalimantan Selatan, bernama Muhaemin mengadukan warga Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang ke pemerintah desa setempat.
Muhaemin mengadukan seorang perempuan ke pemerintah desa setempat karena dirinya merasa tertipu.
Laki-laki bernama Muhaemin itu mengaku telah mentransferkan uang kepada seorang perempuan asal Desa Benteng Palioi bernama Mirnawati.
" Jika ditotal Rp 30 juta lebih melalui bukti transferannya Muhaemin," kata Kepala Desa Benteng Palioi, Muh Syarif saat dihubungi TribunBulukumba.Com, Jumat (10/10/2025).
Muhamein menceritakan bahwa ia telah menjalin hubungan asmara jarak jauh.
Hubungannya kurang lebih satu tahun.
Hubungan komunikasi asmara lancar melalui telepon seluler dan WhatsApp selama kurung waktu satu tahun terakhir.
Muhaemin berstatus sebagai seorang duda. Sedang Mirnawati juga mengaku sebagai seorang janda.
Mirnawati mengaku berdomisili di Desa Benteng Palioi, sebuah desa di pelosok Bulukumba yang berada di Kecamatan Kindang.
Selama hubungan asmara Muhaemin, beberapa kali mengirimkan uang Mirnawati.
"Beberapa kali Muhaemin mengirimkan uang ke Mirnawati, termasuk saat anaknya sedang kecelakaan," ungkap Syarif.
Karena hubungannya cukup dekat, Muhaemin terbang dari Kotabaru, Kalimantan Selatan ke kampung Mirnawati di Benteng Palioi, Bulukumba.
Setelah tiba di desa tersebut, Muhaemin hilang kontak dengan Mirnawati.
Muhaemin mulai gelisah, tak menemukan nama yang sudah setahun akrab di telepon siang dan malam itu.
Karena tak menemukan janda anak satu itu, Muhaemin mendatangi Kantor Desa Benteng Palioi menanyakan alamat perempuan tersebut.
Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...
