Tidak ingin terulang lagi mengambil paksa jenasah, Bupati Pinrang Irwan Hamid menolak permintaan keluarga pasien yang meninggal covid di Rumah Sakit Dadi Makasar untuk dikebumikan di Pinrang. Berdasarkan data dari satgas tugas penanganan Covid-19 Pinrang, terkonfirmasi kasus positif yang meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Pinrang kembali bertambah.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi, pasien positif meninggal di Rumah Sakit Dadi Makassar dan sudah dimakamkan sesuai prosedur Covid-19 di Kabupaten Gowa. “Iya ada yang meninggal hari inisial PH (71) pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS Dadi Makassar,” kata Dyah Pispita Dewi saat dihubungi Minggu kemarin
Dewi menambahkan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia merupakan warga jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Watang Sawitto. Sebelumnya kata dia, pihak keluarga sempat meminta maaf untuk dikebumikan di Kabupaten Pinrang, namun ditolak secara tegas oleh Bupati Pinrang, Dikhawatirkan akan terulang lagi kejadian pengambilan paksa jenazah oleh pihak keluarga. “Bapak Bupati menolak secara tegas permohonan pihak keluarga,” ujar Dewi.
Selain itu kata dia, terdapat dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, karena kontak erat dengan PH (71) pasien positif yang meninggal dunia tadi. ”Dua orang positif Covid-19 yang sudah kontak erat dengan pasien yang meninggal,” katanya. Sekedar diketahui jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang mencapai 194, di antaranya 9 dalam perawatan dan dinyatakan sembuh sebanyak 175 sementara meninggal dunia 10 pasien.
Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...