Wednesday, October 3, 2018

Tanggapan BMKG Soal Kabar Gempa Bermagnitudo 8,1 dan Tsunami 15 Meter di Manado dan Bitung

Pasca gempa menguncang Palu dan Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat (29/9/2018).

Kini beredar pesan di media sosial yang menggemparkan warga Sulawesi Utara khususnya Manado terkait ancaman gempa.

Informasi yang tersebar di media sosial ini yang menyebutkan jika dalam dekat ini Manado terlebih wilayah Sulawesi akan terkena gempa bermagnitudo 8,1 dan akan disusul tsunami setinggi 15 meter.

Dalam unggahan tersebut, tangkapan layar ponsel sebuah berita yang mengklaim pernyataan BMKG. 

Unggahan tersebut diberit tanda merah yang isinya sebagai berikut:

"BMKG mengingatkan bahawa angka magnitudo gempa bumi dangkal di zona Sulawesi Utara bisa mencapai 8,2 skala richter dengan gelombang tsunami akibat patahan sesar mencapai 15 meter di pesisir Manado dan Bitung".

Tak diketahui pasti maksud tulisan tersebut. Namun bisa jadi penulisnya hanya mengingatkan potensi bencana.

Sayang potongan artikel di sebuah portal tersebut sudah dibagikan banyak orang hingga meresahkan masyarakat yang khawatir bencana akan segera terjadi di Manado.

Terkait dengan beredarnya kabar tulisan dan gambar peta guncangan tersebut, 

BMKG Stasiun Geofisika Manado langsung menyapaikan beberapa hal penting.

"Peta guncangan (shakemap) adalah peta yang dirilis setelah kejadian gempa bumi. Kegunaannya adalah untuk dijadikan gambaran awal, sebagai acuan untuk kegiatan tanggap darurat, lokasi daerah terdampak gempa bumi dengan kerusakan terparah dan ditandai menurut perubahan gradasi warnanya. Peta ini disusun berdasarkan nilai amplitudo maksimum dari percepatan tanah yang tercatat pada peralatan pengukur percepatan tanah akselerograf," kata Kepala Seksi Data dan Informasi, Edward Henrry Mengko kepada tribunmanado.co.id, 

Oleh karenanya, mengenai keterangan tulisan yang menyertai gambar beredar yang berupa screenshot dari layar telepon seluler sama sekali adalah berita palsu/atau berita bohong (hoaks).

"BMKG tidak pernah menuliskan keterangan seperti yang ditulis tersebut," tegas Edward.

Karena jarak yang jauh dan tatanan situasi tektonik yang berbeda, dijelaskannya, gempa bumi tanggal 28 September yang terjadi di Sulawesi Tengah (Palu dan Donggala) sama sekali tidak berhubungan secara langsung dengan situasi kegempaan tektonik di wilayah Manado dan sekitarnya.

"Untuk klarifikasi berita tentang gempa bumi yang terjadi di regional wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, Pulau Kalimantan bagian Utara dan sekitarnya, Bapak/Ibu dapat menghubungi langsung nomor telepon call center kami," jelasnya

"Untuk masyarakat di Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, Maluku Utara dan Kalimantan Bagian Utara bisa menghubungi di 0431-836060 atau di 08114339356. Kami beroperasi 24 jam penuh dalam sehari, 7 hari dalam seminggu," jelasnya.

"Berikut alamat yang dapat dituju BMKG Stasiun Geofisika Manado Jl. Harapan no. 42 Winangun, Manado. Link lokasi kantor dalam Google Maps: https://goo.gl/maps/wSr8jYhPvAG2," tulisnya dalam pesan WhatsApp.
"Mari kita membantu menenangkan masyarakat dengan berhenti untuk menyebarkan berita yang tidak terkonfirmasi," pungkas dia




Pesan Ancaman Gempa di Sulawesi

Dislansir dari Kompas.com, pesan yang beredar melalui aplikasi percakapan WhatsApp mengenai gempa susulan bermagnitudo lebih dari 8.1 dan berpotensi tsunami dapat dipastikan hoaks.

Pesan tersebut menyebutkan jika informasi itu didapatkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menegaskan informasi tersebut bohong.

Baca: Kisah 2 Atlet Paralayang Sulut Sebelum Tewas di Tsunami Palu, Gleen Bilang Lelah, Gelagat Petra Aneh

Narasi yang beredar:
Pesan bohong mengenai prediksi gempa dan tsunami ini beredar melalui pesan aplikasi WhatsApp.

Berikut bunyi pesannya:

Tolong hubungi mama mea dll yang dipalu...
Palu siaga 1..
Barusan temanku di BMKG habis periksa alat pendeteksi gempa yg dorang taro dilaut.. kalau gempa susulan akan ada.. lebih besar dari kemarin.. berkekuatan 8.1 keatas.. dan berpotensi tsunami yg lebih besar dari kemarin.

Sutopo menegaskan, informasi yang dapat meresahkan masyarakat tersebut adalah hoaks.

Melalui akun resmi Twitternya, @Sutopo_PN, ia mengimbau masyarakat untuk mengabaikan pesan itu.

"Ini hoax. Tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti," tulis Sutopo di akun twitternya.

BMKG Sulsel turut menanggapi terkait hoaks-hoaks yang muncul setelah bencana gempa dan tsunami menerjang daerah Sulawesi Tengah.

Salah satu berita bohong yang tersebar di masyarakat adalah informasi akan terjadi tsunami di daerah Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Melalui akun Twitter BMKG Sulsel, @BMKGSulsel, pihaknya menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

Menanggapi isu terkait hoaks yang beredar di wilayah Sulawesi, BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan surat resmi bernomor KP.015/616/KBW.IV/IX/2018.

Surat ini dikeluarkan di Makassar, Minggu (30/9/2018), bertanda tangan Plt Kepala Joharman, SH, MM.

Bunyi surat resmi tersebut antara lain:

Sehubungan dengan kejadian gempabumi terasa pada tanggal 28 September 2018 yang terjadi pada pukul 18:02:44 wita yang berpusat di 26 km utara Donggala Sulawesi Tengah dengan kekuatan M 7.4 SR, dan terkait dengan isu-isu prediksi kejadian gempabumi yang akan terjadi, maka BMKG Wilayah IV Makassar menegaskan bahwa gempabumi dapat terjadi setiap saat namun hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksikan kapan gempabumi akan terjadi, bahkan sampai menentukan waktu kejadian gempabumi.Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak menanggapi isu-isu tidak bertanggung jawab terkait prediksi gempa. 



4 Sesar Aktif di Pulau Sulawesi

Dilansir dari tribuntravel.com, Pulau Sulawesi berada di atas sesar aktif lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

Kali ini, merangkum beberapa patahan atau sesar yang melintasi Pulau Sulawesi dari beberapa sumber.

1. Sesar Palu Koro

Dikutip dari laman disasterchannel.co, sesar Palu Koroterbentang dari Teluk Palu hingga ke Lembah Koro, kemudian berbelok ke Sesar Matano di sebelah timur.

Menurut para ahli geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), setiap sesar memiliki siklus masing-masing.

Sesar Palu Koro memiliki siklus 130 tahun, menurut studi paleoseismologi Mudrik Daryono.

Mengutip laman IAGI, iagi.or.id, sesar Palu Koro bersama sesar Matano dikenal sebagai patahan yang sangat aktif di wilayah Sulawesi.

2. Sesar Matano

Sesar Matano memanjang di arah barat laut - tenggara, mengutip laman iagi.or.id.

Bahkan bentangannya mencapai 170 kilometer.

Yakni, mulai dari daerah pantai Bahodopi di Teluk Tolo, ke arah barat laut melewati sepanjang lembah Sungai Larongsangi ke area di sebelah utara Desa Lampesue, Petea, sepanjang tepian Danau Matano, Desa Matano dan menyambung di barat laut dengan lembah Sungai Kalaena.

Sesar Matano juga merupakan kumpulan beberapa sesar sejajar yang berdekatan dan akhirnya membentuk zona sesar yang panjang.

Kemungkinan besar ada dua sesar di sepanjang pantai sisi utara dan selatan Danau Matano yang bergerak.

Akibatnya, daerah yang berada di sepanjang sisi Danau Matano dapat mengalami getaran lebih besar dibanding daerah lain.

3. Sesar Saddang

Mengutip laman blog.act.id, sesar Saddang membentang dari pesisir Pantai Mamuju, Sulawesi Barat memotong diagonal melintasi daerah Sulawesi Selatan bagian Tengah, lalu SulawesiSelatan bagian Selatan, Kota Bulukumba, hingga ke Pulau Selayar bagian Timur.

4. Sesar Parit-parit

Garis patahan sesar Parit-parit bermula dari Laut Makassar Selatan dan Laut Bone.

Selain 4 sesar utama di atas, sebenarnya masih banyak lagi sesar atau patahan yang melintasi di kawasan laut maupun darat Sulawesi.

Entri yang Diunggulkan

Alhamdulilah, Istri Bupati Barru Sembuh dari Korona

Pasca menjalani isolasi mandiri selama 14 hari karena terkonfirmasi covid. Hj Hasnah Syam, Istri bupati Barru dinyatakan sembuh dari virus ...