Skip to main content

3. 15 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/legenda daerah setempatyang dibaca dan didengar.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 
RPP (6.1)
Sekolah                       :  SMPN 1  Mallusetasi
Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia
Kelas/Semester            :  VII/2
Materi Pokok              :  Menyimpulkan ciri unsur cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar
Alokasi Waktu            :  2 x 40 menit
Kompetensi Inti :
  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menghargaidan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan serangkaian kegiatan pembelajaran melalui pendekatan saintifik, peserta didik dapat:
  1. Menyebutkan arti fabel dengan benar.
  2. Menyebutkan unsur cerita fabel dengan lengkap.
  3. Menjelaskan karakter penokohan dalam cerita fabel dengan cermat.
  4. Menjelaskan hal yang bisa dicontoh dari cerita fabel dengan cermat.
  5. Menjelaskan rangkaian peristiwa dari cerita fabel dengan cermat.
  6. Menyebutkan latar yang digunakan dalam cerita fabel dengan benar.
  7. Menjelaskan konflik fabel yang dibaca dengan benar.
  8. Menjelaskan pesan yang disampaikan dari cerita fabel yang dibaca dengan benar.
Kompetensi  Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.11  Mengidentifikasi informasi tentang fabel/ legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.
Indikator
  • Menyimpulkan ciri unsur cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar.
Materi Pembelajaran Remedial
Pengetahuan
  • Pengertian cerita fabel
  • Jenis cerita fabel
  • Tujuan komunikasi cerita fabel
  • Pola pengembangan isi pada cerita fabel
Keterampilan
  • Praktik memahami isi cerita fabel (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan, apa saja informasi rincian
  • Praktik menentukan pola pengembangan isi teks (menggambarkan alur cerita
Materi Pembelajaran Pengayaan
Pengetahuan
  • Pengertian cerita fabel
  • Jenis cerita fabel
  • Tujuan komunikasi cerita fabel
  • Pola pengembangan isi pada cerita fabel
Keterampilan
  • Praktik memahami isi cerita fabel (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan, apa saja informasi rincian
  • Praktik menentukan pola pengembangan isi teks (menggambarkan alur cerita
Sikap utama yang ditumbuhkan : peduli, santun, jujur berkarya, tanggung jawab, toleran dan kerjasama , proaktif, kritis, dan kreatif.
Metode Pembelajaran
Tanya jawab 
Diskusi 
Penugasan
Latihan
Media Pembelajaran
Infokus 
Contoh cerita fabel 
Sumber Belajar
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII. Edisi Revisi 2016. Halaman 209 s.d 234.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII. Edisi Revisi 2016. Halaman 95 s.d 96.
  • Lingkungan sekitar
  • http://kecilnyaaku.com
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
  • Mengucapkan salam, berdo’a, mengondisikan kelas ke dalam situasi belajar dan mengabsen siswa.
  • Guru bertanya-jawab tentang bentuk cerita fabel dalam kehidupan sehari-hari. Pada bagian awal ini siswa disadarkan adanya cerita fabel dalam komunikasi nyata (pada majalah perjalanan, pada novel, dan ragam komunikasi yang lain).Ini bertujuan agar siswa lebih menyadari manfaat praktis untuk berkontribusi dalam masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai jenis teks digunakan secara bersamaan atau sendiri-sendiri. Setiap jenis teks memiliki fungsi yang saling berkaitan.
  • Dibuka dengan contoh judul-judul cerita fabel yang pernah dibaca siswa
  • Bertanya jawab tentang fungsi fabel dalam dunia modern saat ini
  • Mengungkapkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai
  • Membangun konteks untuk menumbuhkan sikap yang telah dirancang pada KD 2

Kegiatan Inti
Bagian A : Dekonstruksi
Mengamati :
Peserta didik membaca cerita fabel baik bersama-sama atau ditunjuk bergiliran.
Menanya :
Setelah mencermati beberapa cerita fabel, peserta didik diarahkan untuk berpikir tentang ciri unsur cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar.
Mengumpulkan Informasi:
  • Peserta didik berdiskusi kelompok untuk membahas pertanyaan-pertanyaan yang muncul berkaitan dengan hasil pengamatan peserta didik terhadap ciri unsur cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar.
  • Peserta didik diarahkan untuk berpikir tentang menyimpulkan ciri unsur cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar.
Mengasosiasi:
  • Peserta didik membandingkan hasil analisis terhadap ciri unsur cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar.
  • Peserta didik menelaah kembali ciri unsur cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar.
  • Peserta didik mendiskusikan arti fabel dan unsur pembangunnya.
  • Peserta didik menuliskan karakter penokohan dalam cerita fabel.
  • Peserta didik membaca dan mendiskusikan hal yang bisa dicontoh dari cerita fabel.
  • Peserta didik dalam kelompoknya menyusun rangkaian peristiwa dari cerita fabel.
  • Peserta didik berdiskusi tentang latar, konflik, dan pesan yang disampaikan dari cerita fabel
Mengomunikasikan.
  • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi tentang karakteristik bagian-bagian struktur cerita fabel.
  • Peserta didik membacakan rangkuman tentang karakteristik bagian-bagian struktur cerita fabel.
Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
  • Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
  • Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
  • Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
Penilaian Hasil Pembelajaran
Penilaian Pengetahuan
Teknik             :  Tes tulis dan penugasan.
Bentuk            :  Isian dan tugas yang dikerjakan secara individu.
Indikator Soal :
Disajikan cerita fabel
  1. Sebutkan arti fabel dengan benar!
  2. Sebutkan unsur cerita fabel dengan lengkap!
  3. Jelaskan karakter penokohan dalam cerita fabel dengan cermat!
  4. Jelaskan hal yang bisa dicontoh dari cerita fabel dengan cermat!
  5. Jelaskan rangkaian peristiwa dari cerita fabel dengan cermat!
  6. Sebutkan latar yang digunakan dalam cerita fabel dengan benar!
  7. Jelaskan konflik fabel yang dibaca dengan benar!
  8. Jelaskan pesan yang disampaikan dari cerita fabel yang dibaca dengan benar!
Penilaian Keterampilan
Teknik             :  Produk.
Bentuk            :  Tugas yang dikerjakan secara individu.
Indikator Soal :
  • Praktik memahami isi cerita fabel (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan, apa saja informasi rincian
  • Praktik menentukan pola pengembangan isi teks (menggambarkan alur cerita
Pembelajaran Remedial
Aktivitas kegiatan pembelajaran remedial, yang dapat berupa: pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok atau tutor sebaya dengan merumuskan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, alokasi waktu, sarana dan media pembelajaran.
Pembelajaran Pengayaan
Kegiatan pembelajaran pengayaan dirumuskan sesuai dengan karakteristik peserta didik, alokasi waktu, sarana dan media pembelajaran.
Pedoman Penskoran :

AspekSkor
·         Jawaban sempurna5
·         Jawaban kurang sempurna3
·         Jawaban tidak sempurna1
Skor maksimal40
Skor akhir=Skor yang diperolehx 100
Dibagi Skor Maksimal
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah

(DRS.H.ARIFIN.K.M.Pd)
NIP.
Palanro, 10 Januari 2017
Guru Mata Pelajaran

HJ.NURAENI S.Pd.I




Popular posts from this blog

CERITA DEWASA ISTRIKU UNTUK SUAMINYA, AKU UNTUK ISTRINYA

Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...

Ogah Terlalu Lama Euforia Comeback Dramatis di Solo, Tomas Trucha Tatap Laga Hadapi Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie

PSM Makassar mulai mengalihkan fokus menuju laga berikutnya di ajang Super League setelah meraih kemenangan dramatis atas Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (29/11/2025) malam. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moril bagi skuad Juku Eja, namun tim diminta tidak larut dalam euforia karena jadwal padat sudah menanti. Berdasarkan evaluasi awal, tim pelatih menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi, terutama terkait konsistensi lini belakang. Kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan menjadi perhatian utama karena menunjukkan adanya celah yang harus segera diperbaiki. Meski begitu, kemampuan PSM untuk bangkit dan membalikkan keadaan tetap dianggap sebagai modal positif untuk pertandingan selanjutnya. Fokus klub saat ini juga tertuju pada pemulihan kondisi fisik pemain. Laga berintensitas tinggi melawan Persis membuat stamina para pemain terkuras, sehingga tim medis telah menyiapkan program pemulihan agar seluruh pemain kembali bugar sebelum pertanding...

Nikmatnya Tubuh Mamaku

Sudah lama aku menyimpan hubunganku dengan kakak tiriku. Mbak Afif sangat menikmati setiap permainan seks yang kami lakukan. Kami melakukannya tanpa sepengetahuan ibuku. Tujuanku sebenarnya adalah untuk menghukum ibu yang sudah berbuat tidak adil terhadap mbak Afif. Dan kesempatan itupun tiba. Aku saat ini sudah SMA. Dan mbak Afif juga badannya makin dewasa. Dadanya makin montok dan tubuhnya makin seksi. Yang aku heran adalah aku selalu menyemprotkan maniku ke dalam rahimnya, tapi sampai sekarang ia tak hamil-hamil, padahal aku berharap ia hamil, dan dari hasil hubunganku itu bisa menyelamatkan mbak Afif dari deritanya, tapi ternyata tidak begitu. Aku berhubungan dengan mbak Afif tidak setiap hari, sebab kami masih sekolah dan ada orang tua kami di rumah. Aku melakukan kalau sempat aja, tapi setiap permainan kami makin hot. Hari itu adalah aku masih di kelas 1 SMA. Pulang dari sekolah, aku hanya mendapati mbak Afif yang ternyata juga baru saja pulang. Aku langsung masuk ke kamarnya...