Skip to main content

US bombardment kills Citizens, Serbia Request Explanation


Sladjana Stankovic & Jovica Stepic, dua staf Kedutaan Serbia yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat ke Libya (Foto: Novosti RS)

Participate deaths of two citizens of Serbia who is also the American Embassy in Tripoli, Libya in an air strike the United States (US) against ISIS bases in Sabratha, have reached the ears of Prime Minister (PM) of Serbia, Aleksandar Vucic.
Two of them embassy staff was Sladjana Stankovic and Jovica Stepic. Both were killed in the bombardment by fighter jets F-15E "Strike Eagle" US-owned through, while still in a period of ISIS hostage.
Both are known to ISIS kidnapped, when the motorcade diplomatic Serbia intercepted gangs ISIS in Sabratha, a coastal city in Libya, in November 2015 ago.
Since that time until their deaths, Serbia still fail to negotiate for their release. "It seems that the US military did not realize that there are foreigners being held hostage there," said Vucic.

While Secretary of State (Foreign Minister) Serbia, Ivica Dacic in his press conference in Belgrade, related to the deaths of two Serbian embassy staff, they Bakla ask for clarification and explanation, both the US and the Libyan government.
"We got the information, including photographs, which clearly shows that (the death of two citizens of Serbia) this is most likely true," said Dadic, "quoted by The Guardian, Sunday (02/21/2016).
"I believe that we have almost reached a solution for their release. Unfortunately, as a consequence of the attack (US) against ISIS in Libya, two of our citizens were killed.
Dadic also will examine itself more closely with the other information requested from the Serbian intelligence, about whether or not that the US attacked the camp ISIS.
"We will ask for an official explanation, both from the US and Libya on the details of the facts and the selection of their targets," he added. The US government says that (being attacked) the training camp (ISIS). This information must be checked, "due diligence.

Popular posts from this blog

CERITA DEWASA ISTRIKU UNTUK SUAMINYA, AKU UNTUK ISTRINYA

Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga. Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan. Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun. Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah. Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek unt...

Ogah Terlalu Lama Euforia Comeback Dramatis di Solo, Tomas Trucha Tatap Laga Hadapi Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie

PSM Makassar mulai mengalihkan fokus menuju laga berikutnya di ajang Super League setelah meraih kemenangan dramatis atas Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (29/11/2025) malam. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moril bagi skuad Juku Eja, namun tim diminta tidak larut dalam euforia karena jadwal padat sudah menanti. Berdasarkan evaluasi awal, tim pelatih menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi, terutama terkait konsistensi lini belakang. Kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan menjadi perhatian utama karena menunjukkan adanya celah yang harus segera diperbaiki. Meski begitu, kemampuan PSM untuk bangkit dan membalikkan keadaan tetap dianggap sebagai modal positif untuk pertandingan selanjutnya. Fokus klub saat ini juga tertuju pada pemulihan kondisi fisik pemain. Laga berintensitas tinggi melawan Persis membuat stamina para pemain terkuras, sehingga tim medis telah menyiapkan program pemulihan agar seluruh pemain kembali bugar sebelum pertanding...

Nikmatnya Tubuh Mamaku

Sudah lama aku menyimpan hubunganku dengan kakak tiriku. Mbak Afif sangat menikmati setiap permainan seks yang kami lakukan. Kami melakukannya tanpa sepengetahuan ibuku. Tujuanku sebenarnya adalah untuk menghukum ibu yang sudah berbuat tidak adil terhadap mbak Afif. Dan kesempatan itupun tiba. Aku saat ini sudah SMA. Dan mbak Afif juga badannya makin dewasa. Dadanya makin montok dan tubuhnya makin seksi. Yang aku heran adalah aku selalu menyemprotkan maniku ke dalam rahimnya, tapi sampai sekarang ia tak hamil-hamil, padahal aku berharap ia hamil, dan dari hasil hubunganku itu bisa menyelamatkan mbak Afif dari deritanya, tapi ternyata tidak begitu. Aku berhubungan dengan mbak Afif tidak setiap hari, sebab kami masih sekolah dan ada orang tua kami di rumah. Aku melakukan kalau sempat aja, tapi setiap permainan kami makin hot. Hari itu adalah aku masih di kelas 1 SMA. Pulang dari sekolah, aku hanya mendapati mbak Afif yang ternyata juga baru saja pulang. Aku langsung masuk ke kamarnya...