Kamis, 16 Mei 2013

Ciri-ciri Pembelahan Mitosis dan Meiosis


Sel bertambah banyak dengan cara membelah diri. Sel-sel tubuh (sel somatis) misalnya sel otot, sel saraf, sel kulit, sel darah putih dan lain-lain membelah diri dengan cara mitosis. Sedangkan sel-sel kelamin (sel gamet) yaitu ovum dan spermatozoa membelah diri dengan cara meiosis.

1.    Pembelahan mitosis

Setiap 1 sel mengalami pembelahan mitosis akan dihasilkan 2 sel baru yang sama dengan sel semula. Jadi dalam proses ini terjadi proses copy (penyalinan). Dengan demikian dapat dihasilkan salinan-salinan sel baru seperti induknya hingga menjadi triliunan jumlahnya. Pembelahan mitosis terdiri atas 7 fase yaitu:
a.    Interfase adalah fase terpanjang, dengan ciri-ciri:
  • Sel tampak tidak aktif, tetapi memiliki arah berlawanan
  • Terjadi proses replikasi DNA
  • Sentriol membelah
  • Protein disintesis secara aktif
b.    Profase adalah tahap pertama mitotik, dengan ciri-ciri:
  • Nukleolus kabur dan kromatin (gabungan hasil replikasi DNA dengan protein) terkondensasi menjadi kromosom. Masing-masing kromosom hasil replikasi mengandung 2 kromatid yang mengandung informasi genetik yang sama.
  • Mikrotubulus sitoskeleton berubah fungsi dari mempertahankan bentuk sel menjadi fungsi membangun spindel mitotik dari bagian sentrosom.
c.    Prometafase, dengan ciri-ciri:
  • Membran inti menghilang
  • Terjadi elongasi sebagian spindel mitotik dari sentrosom menuju kinetokor, berkas protein pada sentromer kromosom masing-masing pasangan bergabung.
  • Terjadi elongasi spindel lainnya menuju kromosom, tumpang tindih di pusat sel.
d.    Metafase, dengan ciri-ciri:
  • Tegangan serat spindel membuat kromosom berada satu bidang pada pusat sel
e.    Anafase, dengan ciri-ciri:
  • Spindel memendek, kinetokor memisah, kromatid ditarik ke kutub berlawanan
f.    Telofase, dengan ciri-ciri:
  • Kromosom tiba di kutub dan spindel yang telah ditarik berlawanan tak tampak
g.    Sitokenesis
  • Spindel yang tak terikat pada kromosom mulai menghilang sampai hanya bagian overlap saja yang tampak
  • Mikrotubulus diorganisasikan kembali menjadi sitoskeleton baru menuju ke tahap interfase kembali

mitosis1mitosis22.    Pembelahan meiosis

Jika 1 sel gamet mengalami pembelahan meiosis secara sempurna akan dihasilkan 4 sel baru yang memiliki set kromosom hanya separuh dari sel induknya. Jadi dalam proses ini terjadi penggandaan namun tidak dengan cara copy (penyalinan). Dengan demikian dihasilkan sel-sel baru namun semuanya hanya memiliki setengah dari kromosom sel semula. Pembelahan meiosis terdiri atas 2 tahap utama yaitu meiosis I dan meiosis II. Pada kedua tahap tersebut terjadi fase-fase pembelahan sebagaimana halnya pembelahan mitosis. Sel yang bakal membelah secara meiosis adalah spermatogonium dan oogonium, yang memiliki 2 set kromosom atau diploid (2N) namun memiliki 4 set DNA atau tetraploid (4N). Kromosom selanjutnya digandakan menjadi sister chromatids atau homologous dyads. Langkah selanjutnya adalah:
a.    Profase I
  • Pasangan dyads membentuk tetrads, kromatid non homolog berhubungan menyilang membentuk chiasma (crossing over)
b.    Metafase I
  • Spindel mengikat dyad pada kinetokor
  • Tegangan spindel membuat tetrad berada di ekuator (pusat sel)
c.    Anafase I
  • Chiasmata menghilang dan kromatid homolog bergerak ke kutub berlawanan
d.    Telofase I
  • Mulai proses sitokinesis (pembelahan) menghasilkan 2 sel anak haploid (1N)
e.    Profase II
  • Pembentukan spindel dimulai
  • Sentrosom mulai bergerak ke kutub berlawanan
f.    Metafase II
  • Tegangan spindel membuat kromosom ada di bidang ekuator (pusat sel)
g.    Anafase II
  • Kromatid memisah dan menuju kutub berlawanan
h.    Telofase II
  • Mulai terjadi sitokinesis
i.    Gamet yang bersifat haploid (1N) terbentuk
  • Membran inti terbentuk
  • Kromosom terdispersi sebagai kromatin
  • Meiosis menghasilkan 4 sel anak, masing 1N kromosom dan 1N DNA.
  • Lebih lanjut, dalam fertilisasi gamet spermatozoa dan gamet ovum bersatu membentuk zigot dengan sifat diploid (2N)
meiosis1meiosis2