Sabtu, 06 April 2013

Reproduksi pada Hewan Avertebrata


Reproduksi pada hewan avertebrata dapat terjadi secara vegetatif maupun generatif.
a. Secara Vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara-cara sebagai berikut.
1) Pembelahan biner, contoh: Protozoa.
2) Fragmentasi (memisahkan sebagian koloni), contoh: Volvox.
3) Sporalasi (dengan membentuk spora), contoh: Plasmodium.
4) Tunas atau gemule, contoh: hydra, porifera, dan colenterata.
5) Regenerasi (membentuk kembali bagian tubuh yang hilang). Contoh: cacing planaria dan bintang laut.
b. Secara Generatif
Perkembangbiakan secara generatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara-cara sebagai berikut.
1) Partenogenesis (individu baru berasal dari sel telur yang tidak dibuahi), contoh: semut jantan dan lebah jantan.
2) Dengan pembuahan, individu baru berasal dari peleburan sel kelamin betina atau sel telur dan sel kelamin jantan atau spermatozoa.
a) Konjugasi, yaitu reproduksi pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya, antara individu jantan dan betina belum bisa dibedakan. Contoh: cacing dan Paramecium.
b) Anisogami, peleburan gamet yang tidak sama besar.
Contoh: terjadi pada plasmodium dalam tubuh nyamuk.
c) Hermafrodit, merupakan peristiwa yang menyimpang dari kebiasaan, yaitu individu mampu menghasilkan sel kelamin jantan dan betina. Contoh: hydra, cacing pita, dan cacing tanah.