Sabtu, 06 April 2013

Mengenal Filum Euglenophyta


Kebanyakan dari Euglenoid bersifat autotrof karena dapat berfotosintesis, sebagian kecil ada juga yang bersifat heterotrof. Ciri paling menonjol dari protista ini adalah tubuhnya uniselluler (bersel tunggal), berwarna hijau terang dan sangat indah. Bentuk sel euglenoid adalah oval dengan bagian posterior yang makin ramping. Meskipun Euglenoid dikelompokkan dalam kelompok Protista yang menyerupai tumbuhan, makhluk hidup ini tidak berdinding sel seperti halnya tumbuhan. Dengan tidak adanya dinding sel, menyebabkan mereka lebih bebas bergerak sehingga sering disangka sebagai sel hewan. Euglena adalah contoh yang paling terkenal dari euglenoid. Bentuknya dapat kamu lihat pada Gambar 4.1.
Euglena
Gambar 4.1 Salah satu contoh Euglenophyta: Euglena
Euglenoid melakukan pertukaran air dengan lingkungan secara osmosis menggunakan vakuola kontraktil. Euglenoid juga mempunyai bintik mata (stigma) yang dapat digunakan untuk mengatur pergerakan sel ke arah cahaya. Ketika cahaya mengenai stigma, suatu rangkaian proses akan terjadi, yang akan merangsang flagela menggerakkan sel terus-menerus menuju arah cahaya tersebut. Hal ini akan mengoptimalkan penyerapan cahaya sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung. Hasil fotosintesis dari Euglenoid berupa karbohidrat disimpan berupa substansi yang disebut paramilum.
Kloroplas Euglenoid seperti halnya pada tumbuhan, mengandung klorofil a dan b serta beberapa macam karotenoid. Permukaan air yang di dalamnya banyak terdapatEuglena viridis, akan tampak berwarna kehijauan, sedangkan yang banyak terdapatEuglena sanguinea tampak berwarna kemerahan. Organisme ini sering dipakai sebagai indikator adanya polusi perairan.
Para ahli Biologi telah meneliti bahwa perkembangbiakan Euglenoid terjadi secara mitosis, tetapi mereka tidakmenemukan perkembangbiakan secara seksual. Euglenoidsering kali membelah secara cepat, sehingga pembelahan kloroplas belum sempat terjadi. Hal ini menyebabkan ada satu individu baru yang hasil pembelahannya tidak memiliki kloroplas dan kehilangan warnanya. Individu baru ini selanjutnya tumbuh menjadi makhluk hidup yang bersifat heterotrof. Sifat euglenoid yang kadang seperti tumbuhan dan kadang seperti hewan ini, menyebabkan pengelompokan Euglenoidmasih sering menjadi bahan perdebatan.