Minggu, 21 April 2013

Energi kinetik dan potensial

Pada postingan sebelumnya sudah membahas mengenai perubahan bentuk energi. Pada kesempatan ini kita akan mengulas tentang jenis-jenis energi, yaitu energi kinetik dan energi potensial. Telah kamu ketahui bahwa energi dapat berada dalam berbagai bentuk, misalnya cahaya, panas, dan gerak. Sekarang bayangkan sebuah batu yang diam di puncak tebing. Apabila batu tersebut didorong dan bergerak, maka batu tersebut akan jatuh, dan bergerak makin lama makin cepat. Batu yang bergerak tersebut memiliki energi kinetik. Pada saat batu diam di puncak bukit, batu tersebut memiliki energi potensial.
Energi Kinetik: pada Benda Bergerak
Biasanya, ketika kamu berpikir tentang energi, kamu berpikir tentang gerak. Energi kinetik adalah energi dalam bentuk gerak. Roda sepeda yang berputar, orang yang berlari, dan plastik yang melayang semuanya memiliki energi kinetik. Berapa besarnya?


Sumber gambar: aamboyz.blogspot.com
Energi kinetik bergantung pada massa dan kecepatan benda yang bergerak. Semakin besar massa benda yang bergerak, energi kinetiknya juga semakin besar. Demikian juga semakin besar kecepatan benda bergerak, energi kinetiknya semakin besar. Mobil balap yang bergerak pada 100 km/jam, memiliki energi kinetik lebih besar dibanding sepeda yang bergerak dengan kelajuan yang sama. Tetapi sepeda yang bergerak dengan kecepatan 100 km/jam memiliki energi kinetik lebih besar daripada sepeda sejenis yang bergerak dengan kecapatan 80 km/jam.
Contoh yang lain, misalnya kamu akan terdorong sangat jauh jika ditabrak olehn orang gemuk dibandingkan ditabrak oleh orang kurus dengan kecapatan yang sama. 

Sumber gambar: f1ug.com

 Energi Potensial Gravitasi
Energi tidak harus melibatkan gerakan. Walaupun tak bergerak, suatu benda dapat memiliki energi yang tersimpan padanya, yang berpotensi menyebabkan perubahan jika terdapat kondisi-kondisi tertentu. Energi potensial adalah energi yang tersimpan. Besar energi potensial pada suatu benda bergantung pada kedudukannya atau kondisinya.

Sumber gambar: finamardiahhaq.blogspot.com

Buah kelapa yang ada di atas pohonnya memiliki energi potensial gravitasi karena kedudukannya. Jika sudah tua buah kelapa tersebut akan terlepas dari tangkainya, gravitasi menyebabkan buah kelapa tersebut jatuh ke tanah. Saat jatuh, energi potensial buah kelapa tersebut berubah menjadi energi kinetik.

Energi potensial buah kelapa berhubungan dengan jaraknya terhadap permukaan tanah. Lebih tinggi kedudukannya, energi potensialnya juga lebih besar. Buah kelapa yang terletak pada ketinggian 20 meter di pohonnya memiliki energi potensial lebih besar dibanding dengan buah kelapa yang berada di ketinggian 10 meter dari pohonnya.

Jika buah kelapa jatuh, maka percepatan gravitasi mempercepat gerak jatuhnya buah kelapa tersebut. Semakin tinggi letak buah kelapa dari pohon tersebut, kecepatan akhirnya juga semakin besar. Jadi buah kelapa yang jatuh dari pohon kelapa yang lebih tinggi akan memiliki kecepatan lebih besar dan energi kinetik lebih besar ketika tiba di permukaan tanah dibandingkan dengan buah kelapa serupa yang jatuh dari ketinggian yang lebih rendah.

Besar energi potensial gravitasi pada sebuah benda juga bergantung pada massa benda tersebut. Semakin besar massa sebuah benda, energi potensial gravitasi benda tersebut juga semakin besar. Buah kelapa bermassa 1 kg yang berada di atas pohon kelapa memiliki energi potensial gravitasi lebih besar daripada buah kelapa dengan massa 1,5 kg yang terletak pada pohon yang sama.