Rabu, 17 April 2013

Apa Contoh Bahan Kimia Sebagai Pemutih


Pernahkah anda mencuci baju dengan deterjen tetapi nodanya masih menempel pada baju. Apa yang anda lakukan agar noda tersebut lenyap di baju? Ya. Solusinya adalah dengan menggunkan pemutih pakaian. Sekarang sudah banyak bahan kimia sebagai pemutih yang beredar di pasaran. Pemutih yang paling banyak beredar di pasaran adalah jenis natrium hipoklorit dan kalsium hipoklorit. Natrium hipoklorit dan kalsium hipoklorit mempunyai sifat multifungsi. Selain sebagai pemutih, senyawa natrium hipoklorit dan kalsium hipoklorit dapat berfungsi sebagai penghilang noda dan desinfektan(sanitizer). Fungsi ganda NaOCl sebagai penghilang noda maupun desinfektan, dapat menjadi keunggulan ekonomis.
Pemutih dapat ditemukan dalam dua wujud, yaitu padat dan cair. Pemutih padat (bubuk putih) adalahkalsium hipoklorit dengan rumus kimia Ca(OCl)2. Pada umumnya, masyarakat mengenal senyawa ini sebagaikaporit. Kaporit lazim dipakai untuk mencuci hama air ledeng dan kolam renang. Pemutih cair adalah natrium hipoklorit (NaOCl).

Bahan pemutih umumnya dibuat dari bahan-bahan seperti berikut ini: 1) Natrium hipoklorit, NaOCl (12,5%), 2)Emal-70, 3) Parfum, dan 4) Air. Pada umumnya, produk pemutih dipasaran mengandung NaOCl dengan konsentrasi 12%-13%. Mengapa tidak disediakan konsentrasi yang lebih tinggi?

Ini semata-mata demi pertimbangan keselamatan dan teknis. Emal-70 adalah nama dagang dari jenis surfaktan berbahan aktif alkyl sulphate. Penambahan bahan ini hanya sebagai alternatif jika kita ingin menambahkan fungsi pemutih sebagai penghilang noda (stain remover). Seperti halnya Emal-70, parfum merupakan bahan tambahan (tidak harus ada). Kebanyakan produk pemutih yang ada di pasar tidak memakai parfum.