Rabu, 20 Maret 2013

Pendidikan Harus Sesuai Bakat Siswa

 Berbagai studi membuktikan, mutu pembelajaran yang dialami peserta didik di sekolah menentukan mutu hasil pendidikan. Karenanya, setiap peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang tepat. 

Demikian disampaikan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Dr. H. Soedijarto, MA dalamFocus Group Discussion Bidang Pendidikan Politik dan Kebudayaan DPP Partai NasDem, hari ini. Menurut Soedijarto, proses pendidikan harus mampu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang menunjang peserta didik untuk aktif mengembangkan potensi dirinya.

Dengan demikian, dia akan memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

"Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya," kata Soedijarto, di kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2013).

Soedijarto juga menambahkan, ada sedikitnya delapan elemen yang mempengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah. Kedelapan elemen itu adalah isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.

"Namun, implementasi kurikulum 2013 belum memenuhi kedelapan elemen ini. Untuk memenuhinya butuh waktu yang cukup lama, tidak hanya berbulan-bulan," imbuhnya.

Meski akan diterapkan Juli mendatang, polemik seputar kurikulum 2013 terus bergulir. Kemendikbud bersikukuh, stakeholder penerapan kurikulum baru tersebut akan berhasil. Sementara di lain pihak, banyak guru mengeluh ketidakjelasan konsep kurikulum 2013 membuat mereka tidak siap menerapkan pengganti kurikulum tingkat satuan pendidikan